news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Sahroni Ceritakan Kronologi Diperas Pegawai Gadungan KPK Rp300 Juta.
Sumber :
  • istimewa

Sahroni Dorong Polri Koreksi Komnas HAM: Jangan Cuma Komnas HAM yang Koreksi

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mendorong Polri agar bisa mengoreksi Komnas HAM. Karena menurut dia selama ini ada kecenderungan tindakan Polri selalu
Selasa, 2 Juni 2026 - 16:29 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni mendorong Polri agar bisa mengoreksi Komnas HAM. Karena menurut dia, selama ini ada kecenderungan tindakan Polri selalu dikoreksi karena berpotensi melanggar HAM, misalnya menembak begal.

"Polisi juga harus bisa mengoreksi HAM, yaitu Komnas HAM. Jangan cuma Komnas HAM koreksi kita, mengoreksi bahwa ini enggak boleh, ini pelanggaran HAM, tapi polisi juga harus mengoreksi yang bersangkutan," beber Sahroni dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi III DPR terkait Revisi Undang-Undang (RUU) Polri, Selasa (2/6/2026).

Sahroni menilai hubungan antara Polri dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) tidak boleh berjalan satu arah.

Bahkan politikus dari NasDem itu mengatakan, perlindungan HAM adalah tanggung jawab semua pihak. Namun, lembaga yang mengawasi persoalan HAM juga perlu menjaga kredibilitas institusi lain, termasuk Polri.

Selain itu, ia menyinggung sejumlah perdebatan terkait tindakan kepolisian yang kerap dikaitkan dengan isu HAM.

Menurut Sahroni, penilaian terhadap tindakan aparat penegak hukum harus dilakukan secara proporsional, agar tidak menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.

"HAM dijaga oleh semua pihak, tapi pihak dari Komnas HAM juga harus tahu menjaga lembaga kepolisian. Jangan sampai menjustifikasi enggak boleh melakukan tembak di tempat, misalnya. Ini karena ada HAM-nya jadi kita agak senang juga untuk menjustifikasi," ucap Sahroni.

Kemudian, ia mengingatkan bahwa hak asasi manusia memang dimiliki oleh setiap orang. Namun, setiap lembaga juga harus terbuka terhadap koreksi.

Oleh karena itu, Sahroni menilai pengawasan dan mekanisme koreksi perlu diperkuat agar berbagai narasi yang berkembang tidak menimbulkan dampak negatif.

"Nah itulah RUU Polri ini ke depan makin kuat, makin baik, makin lebih strong. Strong bukan karena kekuasaannya tapi karena satu faktor dijaga benar-benar oleh kita semua yang meliputi dari pengawasan," jelas Sahroni. (aag)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:17
01:06
03:52
04:26
01:37
01:24

Viral