- tvOnenews/Julio
Bagaimana Nasib SPPG dan Aset yang Terafiliasi Dadan Hindayana Cs, Apakah Bakal Disita Kejagung?
Jakarta, tvOnenews.com - Bagaimana nasib Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan aset yang terafiliasi dengan Dadan Hindayana Cs setelah ditetapkan sebagai tersangka?
Apakah seluruh aset tersebut akan disita penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) RI?
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, mengatakan penyitaan tidak serta-merta dilakukan terhadap seluruh objek yang masuk dalam materi penyidikan.
“Belum tentu (disita). Jadi penyitaan itu adalah barang bukti yang akan kita gunakan sebagai bukti adanya tindak pidana,” katanya, dikutip pada Jumat (5/6/2026).
Menurutnya, dalam perkara dugaan afiliasi SPPG, fokus penyidik saat ini bukan pada penghentian operasional dapur MBG yang masih melayani masyarakat.
Penyidik lebih menitikberatkan pembuktian pada dokumen dan proses penunjukan mitra yang diduga tidak sesuai ketentuan.
“Jadi bukti tindak pidana itu bisa dokumen, bisa yang lain-lain. Jadi belum tentu SPPG-nya. Selama SPPG itu memang apa namanya sedang melayani masyarakat, itu tidak akan kita hentikan aktivitasnya,” kata dia.
Syarief menjelaskan, penyidik sedang mendalami alasan sejumlah yayasan yang diduga tidak memenuhi syarat tetap bisa lolos sebagai mitra Badan Gizi Nasional (BGN) dan mengelola SPPG.
“Jadi itu salah satu materi kita, materi penyidikan kita. Jadi ada yayasan-yayasan yang memang sebetulnya tidak layak untuk menerima atau sebagai mitra BGN, seperti itu kan. Tapi kemudian kenapa itu bisa menjadi mitra? Berarti itu ada peran dari masing-masing tersangka ini,” tutur dia.
Tak hanya soal SPPG, penyidik juga tengah mengusut sejumlah pengadaan barang dan jasa yang diduga mengalami penggelembungan harga.
Di antaranya pengadaan motor listrik, tablet, televisi hingga sepatu yang nilainya mencapai triliunan rupiah.
Meski menjadi bagian dari perkara yang sedang diusut, Kejagung memastikan barang-barang tersebut juga tidak akan disita apabila sudah terdistribusi dan digunakan di daerah.
"Kalau barang itu sudah sampai di daerah, sudah digunakan (mendukung program MBG), itu tentu tidak akan kita lakukan penyitaan. Karena penyitaan itu untuk digunakan mungkin sebagai sampel, hanya sampel saja," katanya.