- Antara
Stok Beras Capai 5,3 Juta Ton, Bulog Targetkan Bantuan Pangan Tuntas Akhir Juni
Jakarta, tvOnenews.com - Target penyaluran bantuan pangan beras nasional kini hampir menyentuh angka 60 persen.
Hingga 6 Juni 2026, tercatat sekitar 20 juta keluarga penerima manfaat (PBP) telah menerima alokasi beras 20 kilogram untuk periode Februari-Maret, dari total target keseluruhan sebanyak 33,2 juta PBP.
Perum Bulog optimistis seluruh rangkaian penyaluran bantuan tersebut akan rampung pada akhir Juni ini.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa percepatan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga kemampuan ekonomi masyarakat di tengah dinamika harga pasar.
"Percepatan penyaluran bantuan pangan akan memberikan dampak langsung terhadap penguatan daya beli masyarakat sekaligus membantu meredam tekanan harga beras di tingkat konsumen," kata Rizal saat memberikan keterangan di Jakarta, Sabtu (6/6).
Selain bantuan sosial, Bulog secara masif mendistribusikan beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Sebanyak 315 ribu ton beras dialokasikan ke berbagai kanal, mulai dari pasar tradisional, jaringan pengecer, Gerakan Pangan Murah (GPM), hingga kios pangan yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.
Menurut Rizal, program SPHP adalah alat vital pemerintah untuk menjamin ketersediaan beras dengan harga yang tetap terjangkau oleh publik.
"Oleh karena itu, penyalurannya terus kami percepat dan perluas agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata,” tambahnya.
Terkait ketahanan stok, masyarakat diminta untuk tidak khawatir. Saat ini, cadangan beras yang berada dalam pengelolaan Bulog berjumlah sekitar 5,3 juta ton.
Kapasitas yang besar ini dipastikan sangat mencukupi untuk mendukung berbagai bentuk intervensi pasar maupun kelanjutan program bantuan pangan di seluruh pelosok Indonesia.
Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan komitmen instansinya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui tindakan nyata di lapangan.
"Bulog memperkuat langkah stabilisasi pangan nasional melalui percepatan penyaluran bantuan pangan beras serta penggelontoran beras SPHP ke berbagai wilayah," jelasnya.
Bulog menyatakan akan terus bersinergi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan pihak terkait lainnya guna memastikan kebutuhan pokok warga terpenuhi dengan harga yang terkendali.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang karena stok beras nasional dalam kondisi sangat mencukupi," tegas Rizal. (ant/dpi)