- Istimewa
Sebanyak 84 Peserta P3N Angkatan XXVII Lemhannas RI Resmi Lulus, Eks Ketum GMNI Tercatat Jadi Lulusan Termuda
"Jejaring strategis antarlembaga, antarsektor, dan antargenerasi sangat penting dalam memperkuat kolaborasi nasional guna mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045," tegas Ace
Lebih lanjut, Ace menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan pendidikan dengan penuh disiplin, dedikasi, dan semangat belajar yang tinggi. Menurutnya, proses pendidikan yang padat dan penuh tantangan tersebut menjadi bekal penting dalam membentuk pemimpin yang tangguh, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.
Kelulusan 84 peserta P3N Angkatan XXVII menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Lemhannas RI dalam menyiapkan kader-kader pemimpin nasional yang memiliki wawasan kebangsaan, kemampuan strategis, serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan masa depan menuju Indonesia Emas 2045.
Di tengah dominasi peserta yang berasal dari berbagai institusi strategis negara, kehadiran Imanuel Cahyadi menunjukkan bahwa kalangan aktivis muda juga memiliki ruang untuk berkontribusi dalam forum kepemimpinan nasional. Pada usia 36 tahun, Aktivis yang dikenal sebagai Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) periode 2019–2025 serta Ketua Bidang Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) periode 2025–2030 itu tercatat sebagai lulusan termuda dalam Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) Angkatan 27 Lemhannas RI.
Pada usia 36 tahun, Imanuel juga aktif menjalankan peran profesional di salah satuperusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Keterlibatannya dalam dunia profesional, organisasi kepemudaan, dan aktivitas kebangsaan menunjukkan kapasitasnya sebagai figur muda yang mampu menjembatani berbagai sektor dalam pembangunan nasional.
Keberhasilan Imanuel menyelesaikan pendidikan di Lemhannas RI menjadi bukti bahwagenerasi muda yang tumbuh dari tradisi aktivisme tidak hanya mampu menyuarakan aspirasi masyarakat melalui gerakan sosial dan organisasi, tetapi juga mampu bersaing dalam ruang-ruang strategis yang menuntut kapasitas intelektual, kepemimpinan, serta kemampuan merumuskan gagasan kebangsaan.
ia menjadi peserta termuda yang menyelesaikan pendidikan tersebut. Melalui KKP berjudul “Penguatan Kompetensi Vokasi Berbasis Industri Strategis Guna Pemanfaatan Bonus Demografi”, Imanuel menawarkan gagasan penguatan keterhubungan dunia pendidikan, pelatihan vokasi, dan industri sebagai strategi mempersiapkan generasi muda menghadapi persaingan global sekaligus mewujudkan Indonesia Emas 2045.