- tvOnenews.com/Adinda
Viral Tiang dan Lantai SDN Wolomoni Dibongkar Demi Kopdes Merah Putih, Kapuspen Ungkap Faktanya
Jakarta, tvOnenews.com - Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan sebuah Sekolah Dasar Negeri Wolomoni, di Desa Niawula, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga terkena bongkaran pada bagian tiang dan lantai akibat pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
Peristiwa ini diunggah dalam akun Instagram @ntt.update, dengan keterangan “Tiang dan Lantai Gedung SDN Wolomoni Dibongkar Demi Bangun Kantor Koperasi Merah Putih.
Terlihat dalam rekaman video yang diunggah, sebuah alat berat berada di halaman sekolah. Sementara itu terlihat seorang anggota TNI diduga tengah membongkar tiang sekolah.
Kemudian alat berat tersebut tampak tengah mengeruk tanah di samping bangunan sekolah. Adapun atas aksi ini, sejumlah warga terlihat tengah protes dengan petugas alat berat.
Menanggapi hal ini, Kapuspen TNI, Brigjen TNI Muhammad Nas menerangkan, pihaknya telah menghubungi Asintel Kodam di wilayah Desa Niawula, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mengetahui fakta sebenarnya yang terjadi di lapangan.
“Contoh terakhir, saya yakin Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu sekalian sudah pasti melihat kejadian di SD Niawula NTT. Ada katanya dipotong beritanya, videonya, "menggusur sekolah". Yang bahaya caption-nya: "Babinsa lebih mengutamakan MBG daripada sekolah". Langsung saya telepon Asintel Kodam di sana, saya nanya, "Itu gimana cerita sebenarnya?",” kata Nas, di Mabes TNI, Selasa (9/6/2026).
Kemudian setelah ditelusuri, Nas menyebutkan bahwa hal itu bukan penggusuran sekolah demi membangun Kopdes. Namun pembangunan Kopdes berada di belakang sekolah, sehingga akses jalannya melewati sekolah.
“Ternyata rekan-rekan sekalian, bukan menggusur sekolah. Bukan Kopdes ditaruh untuk menggantikan sekolah, bukan. Sekolah itu, ulangi, Kopdes dibangun di belakang sekolah. Akses jalannya kurang sehingga melewati sekolah,” ujar Nas.
Sementara itu, Nas menjelaskan terkait adanya tiang yang disebut dihancurkan, yakni terjadi saat alat berat tersebut melewati jalan, mengenai tiang, sehingga pihaknya berkoordinasi dengan Kelurahan untuk membongkar sementara dan setelahnya akan diperbaiki kembali.
“Nah, pas manuver alat berat, kena tiang sekolah yang pojok. Si petugas Dandim dan Babinsa berkoordinasi dengan pihak sekolah dan pemerintah daerah "Pak Lurah, Kepala Desa. Boleh nggak ini kita geser sebentar, Pak, tiang ini?" "Boleh, silakan." Jadi tiang sekolah itu digeser untuk manuver alat sebentar, setelah itu akan diperbaiki kembali,” ungkap Nas.
“Memang sebelumnya, kejadiannya, saat alat berat kena dahan pohon duren orang, katanya sebesar jempol kaki, Ibu ini marah-marah, teriak-teriak. Nah, itu di-klip, ibu itu marah-marah, ada alat berat di situ, langsung diberi caption, "Babinsa lebih mengutamakan MBG daripada sekolah",” jelasnya.
Adapun dalam hal ini, Nas mengimbau kepada masyarakat untuk mencari tahu terlebih dahulu mengenai fakta sebenarnya di lapangan dan meminta agar tidak mudah percaya dengan konten yang beredar di media sosial.
“Kira-kira bahaya nggak ini, Pak? Sangat-sangat bahaya. Masyarakat kita tidak melihat, tidak mencari tahu, dan tidak mendalami fakta sebenarnya. Siapa yang mendalami? Kita. Masyarakat kita tidak mencari tahu fakta sebenarnya, tapi langsung men-judge,” tegas Nas. (Ars/rpi)