news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Presiden Prabowo Subianto..
Sumber :
  • Setpres

Pesan Prabowo ke HIPMI: Pengusaha Banyak Dosanya, Jangan Coba-coba Langgar Hukum

Prabowo mengajak dunia usaha, khususnya HIPMI, agar tidak mencari celah pelanggaran serta mempercepat pembangunan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Rabu, 10 Juni 2026 - 20:34 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Prabowo Subianto melontarkan candaan sekaligus peringatan serius kepada kalangan pengusaha saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026).

Di hadapan para pelaku usaha nasional, Prabowo berseloroh bahwa pengusaha Indonesia memiliki banyak “dosa”, namun menegaskan era pelanggaran hukum kini semakin sulit dilakukan karena perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

“Saudara-saudara saya mengajak sekarang ya karena ini HIPMI, HIPMI pengusaha, pengusaha, tunggu dulu. Pengusaha Indonesia banyak dosanya. Betul? Lo nggak bisa bohong sama gue, gue udah ngerti lo,” kata Prabowo.

Prabowo mengaku memahami karakter dunia usaha Indonesia karena telah mengenal banyak tokoh HIPMI sejak puluhan tahun lalu. Bahkan, sejumlah nama senior organisasi tersebut disebut telah dikenalnya sejak masih muda.

“Itu tokoh-tokoh HIPMI ini gue kenal dari kecil. Bambang Wiyogo gue kenal waktu dia masih punya rambut hmm. Ini semua satu-satu gue kenal semua itu. Cicip (Sharif Cicip Sutarjo), wah ini semua gue kenal semua itu. Bang Latief (Abdul Latief) gue kenal juga,” ujarnya.

Meski menyinggung berbagai praktik masa lalu dengan nada bercanda, Prabowo meminta para pengusaha tidak terus-menerus melihat ke belakang.

Menurutnya, tantangan ke depan jauh lebih besar dan membutuhkan komitmen bersama untuk membangun iklim usaha yang sehat serta patuh terhadap aturan.

“Saudara-saudara, tapi sudahlah ya nggak apa-apa. Dosa kita tutup. Kita bangkit ke depan. Sekarang jangan coba-coba melanggar hukum,” tutur Prabowo.

Presiden kemudian mengingatkan bahwa kemajuan teknologi telah mengubah cara pengawasan dan penegakan hukum. Berbagai praktik yang sebelumnya sulit terdeteksi kini dapat ditelusuri dengan lebih cepat berkat perkembangan kecerdasan buatan dan kemampuan analisis data yang semakin canggih.

“Saudara akan saudara akan kalah. Kenapa? Sekarang ada teknologi. Sekarang ada AI, ada kecerdasan ini, sekarang semua dokumen setebal ini bisa dibaca dalam 5 menit. Kontrak setebal ini 5 menit,” katanya.

Di akhir sambutannya, Prabowo mengajak dunia usaha untuk memanfaatkan kemajuan teknologi bukan untuk mencari celah pelanggaran, melainkan untuk mempercepat pembangunan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:48
14:55
05:24
01:08
07:01
04:10

Viral