news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ketum Kadin Indonesia Anindya Bakrie.
Sumber :
  • tvOnenews/ Abdul Gani Siregar

Anindya Ungkap Hasil Kunjungan Prabowo ke Prancis: Kesepakatan Baru Tembus US$3,5 Miliar

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie membela intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto yang belakangan kerap menjadi sorotan publik.
Jumat, 12 Juni 2026 - 12:51 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com — Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie membela intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto yang belakangan kerap menjadi sorotan publik.

Menurut Anindya, berbagai lawatan Presiden justru merupakan bentuk nyata diplomasi ekonomi yang bertujuan membuka peluang perdagangan dan investasi bagi Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Anindya dalam acara Kadin Diplomatic Economic Breakfast Meeting di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026).

Anindya menilai kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam diplomasi ekonomi saat ini merupakan salah satu yang terbaik yang pernah dijalankan Indonesia.

Ia menyebut keterlibatan Kadin dalam berbagai agenda internasional tidak lepas dari kepemimpinan Presiden Prabowo dan keterbukaan Menteri Luar Negeri Sugiono yang memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk ikut mengawal kepentingan ekonomi nasional di luar negeri.

“Saya ingin katakan bahwa ini benar-benar diplomasi ekonomi dalam bentuk terbaiknya. Tidak banyak kesempatan, tidak sering terjadi di mana Kadin dan pemerintah, dan ini murni karena kepemimpinan Presiden serta keterbukaan Menteri Luar Negeri melibatkan kami dalam diplomasi ekonomi,” kata Anindya.

Di tengah kondisi global yang semakin saling terhubung sekaligus penuh ketidakpastian, Anindya menilai diplomasi ekonomi menjadi instrumen utama untuk memastikan kepentingan Indonesia tetap terjaga dan dipahami oleh mitra-mitra internasional.

“Sekarang, kita semua tahu seperti yang juga disebutkan bahwa ekonomi kini lebih terhubung, namun ekonomi juga lebih terekspos. Oleh karena itu, segalanya menjadi sangat transparan dan terkadang sangat terdengar jelas. Nah, diplomasi ekonomi benar-benar menjadi salah satu cara, dan mungkin cara utama untuk memastikan bahwa kita dapat memperjelas semua hal ini,” ujarnya.

Anindya kemudian mencontohkan kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis yang sempat menuai kritik dan pertanyaan dari sejumlah pihak. Namun menurutnya, kunjungan tersebut menghasilkan manfaat konkret yang jauh melampaui agenda diplomatik antar pemerintah.

“Kami baru saja kembali dari Prancis. Ini mungkin merupakan salah satu kunjungan yang paling banyak dibicarakan di Indonesia jika Anda mendengar beritanya. Mereka mempertanyakan apa perlunya datang ke Prancis berkali-kali, bahkan di tahun ini saja,” ungkapnya.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:21
01:48
01:14
07:12
02:31
01:33

Viral