- Antara
Respons Menohok KSP Dudung Terkait Aksi Demo Mahasiswa: Jangan Samakan Kritik dengan Provokasi, Fitnah, dan Adu Domba
Jakarta, tvOnenews.com - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman lontarkan respons menohok terkait aksi demonstrasi yang dilakukan oleh para mahasiswa untuk menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Untuk diketahui, demonstrasi digelar di sejumlah tempat, misalnya di Jakarta hari ini, Jumat, (12/6/2026).
Sebelumnya, unjuk rasa juga dilangsungkan Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu, (10/6/2026), dan di Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis, (11/6/2026).
Dalam hal ini, Dudung menyampaikan, bahwa pemerintah terbuka akan kritik dari masyarakat. Namun, kritik harus disampaikan secara bijaksana.
“Kita semua dituntut lebih bijaksana dalam menyampaikan pendapat dan kritik. Pemerintah selalu membuka ruang untuk masyarakat menyampaikan pendapat, termasuk kritik,” ucap Dudung, Jumat (12/6/2026) dalam video yang diunggah di akun Instagram Kepala Staf Kepresidenan RI.
Bahkan Dudung menyebut kritik adalah napas demokrasi. Meski demikian, kritik harus membangun, bukan meruntuhkan.
“Jangan samakan kritik dengan provokasi, fitnah, dan adu domba yang dapat merusak persaudaraan kita sebagai bangsa,” tegasnya.
Kemudian, Dudung mengklaim pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bekerja membangun Indonesia agar lebih kuat, adil, dan bermartabat, demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.
“Akhirnya rangkaian sejarah Indonesia sampai dengan saat ini hendaknya dapat dijadikan tonggak atau introspeksi untuk menjadi Indonesia yang adil, makmur, berdaulat, dan bermartabat,” ucap Dudung.
Sebelumnya diberitakan, bahwa sejumlah mahasiswa di Jakarta yang akan melakukan aksi demonstrasi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (Bundaran HI) berhasil menembus blokade polisi di kawasan Semanggi.
Mereka sempat dihalangi dan dialihkan untuk berdemo di kawasan Gedung DPR, Senayan.
"Dan kami juga dipaksa melakukan demonstrasi di DPR. Padahal kami merencanakan dan juga telah mengirimkan surat kepada kepolisian, kami akan mengadakan aksi di Bundaran HI," ucap Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) Yatalathof Ma'shum Imawan di kawasan Bundaran HI, Jumat, (12/6/2026). (aag)