- istimewa - antaranews
Detik-detik Mengerikan Majikan di Malaysia Aniaya WNI ART, Kepolisian Johor: Bukan Hanya Satu Korban
Jakarta, tvOnenews.com - Baru-baru ini beredar di media sosial tentang video detik-detik mengerikan majikan di Malaysia aniaya asisten rumah tangga (ART) yang merupakan warga negara Indonesia (WNI). Sontak, video itu langsung menyedot perhatian hingga menuai komentar warganet.
Dalam narasi yang berkembang di media sosial Threads maupun Facebook, empat orang pelaku diduga merupakan majikan, memukuli seorang ART di Negara Bagian Johor Bahru, Malaysia.
Menurut salah satu unggahan dalam medsos Threads disebutkan ART itu sebelumnya terekam kamera pengawas memukul anak majikan.
Kemudian majikan berjumlah empat orang terdiri atas dua wanita dan dua pria menginterogasi ART serta melakukan pemukulan berulang kali.
Berdasarkan laporan media Malaysia di Johor, Kepolisian Johor telah menerima laporan atas peristiwa tersebut dan sedang melakukan penyelidikan.
Ketua Polisi Johor, Datuk AB Rahaman Arsad mengatakan, penangkapan tersebut dilakukan setelah video penganiayaan viral di media sosial
"Ini adalah satu kasus yang melibatkan ataupun kasus yang telah viral di media sosial pada 14 Juni 2026, yang melibatkan satu insiden di mana lelaki ataupun perempuan diduga memukul pembantu rumah tangganya yang diduga adalah warga negara asing ataupun pekerja pembantu rumah tangga asing," bebernya, dikutip dari Kompas TV, Senin (15/6/2026).
Bahkan kata dia, empat pelaku ini adalah warga lokal di kawasan Johor Baru. Mereka adalah pasangan suami istri dan ditangkap pada 13 Juni 2026 di kawasan Johor Baru Utara.
"Keempat tersangka berumur kisaran 30-34 tahun," kata Arsad.
Dalam penangkapan tersebut, pihak kepolisian menyita telepon genggam, pakaian tersangka, serta kamera pengawas CCTV dan pengawas warga asing dalam penguasaan salah seorang tersangka.
Meski video tersebut viral belakangan, Arsad mengatakan, penganiayaan tersebut terjadi pada Juli 2025, tetapi baru diviralkan pada 13 Juni 2026.
Lanjutnya menjelaskan, bahwa polisi masih mendalami motif penganiayaan yang dilakukan oleh para pelaku.
Selain satu korban yang viral, polisi sedang mencari dua saksi yang merupakan pembantu rumah tangga dari para pelaku.
"Selain dari pelaku yang viral di media sosial, berdasarkan penyelidikan awal kita dapati ada dua lagi korban yang merupakan warga negara Indonesia yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga kepada pelaku turut menjadi korban," katanya.