- Antara
Berupaya Hilangkan Jejak, Polisi Ungkap Pelaku Percobaan Penculikan Kakek di Penjaringan Sempat Ganti Plat Mobil
Jakarta, tvOnenews.com - Polisi mengungkap fakta baru dibalik percobaan penculikan pria lanjut usia berinisial GH (70) yang sedang olahraga pagi di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara.
Ternyata kedua pelaku, CW (31) dan FAP (26) sempat berupaya menghilangkan jejak dengan mengganti plat nomor mobil.
Kapolsek Penjaringan AKBP Agta Wijaya menuturkan, hal ini diketahui usai pihaknya memeriksa seluruh alat bukti, termasuk rekaman CCTV di tempat kejadian perkara (TKP) yang merekam kejadian tersebut.
“Dari penelusuran CCTV, kami mendapati ada satu unit Toyota Fortuner warna putih yang digunakan. Saat kejadian, mobil tersebut menggunakan plat nomor B 1168 PAC, namun setelah ditelusuri, platnya sudah berganti menjadi B 44 BE saat keluar dari kawasan TKP,” kata Agta, kepada wartawan, Senin (15/6/2026).
Kemudian, tim Unit Reskrim Polsek Penjaringan mendapati kendaraan yang digunakan oleh para pelaku tersebut di sebuah rumah di kawasan Cikarang, Bekasi.
“Kami melakukan penyitaan terhadap mobil tersebut dan mengamankan saudara CW. Saudara CW ini merupakan mantan pacar dari anak korban,” terangnya.
Selanjutnya tim melakukan pengembangan dan menangkap pelaku lainnya, yakni FAP di tempat fitness yang berada di Apartemen Gold Coast PIK.
“FAP merupakan pegawai di tim saudara CW. Dari para pelaku, kami menyita sejumlah barang bukti berupa satu flashdisk berisi rekaman CCTV, satu unit mobil Fortuner putih tahun 2022, satu kartu e-toll Flash, satu handphone iPhone, satu buah obeng, serta dua jaket hoodie yang digunakan oleh para tersangka saat beraksi,” jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, Polisi mengungkap fakta baru dibalik penangkapan dua pria berinisial CW (31) dan FAP (26) yang diduga hendak menculik pria lanjut usia berinisial GH (70) yang sedang olahraga pagi di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Penjaringan, Jakarta Utara.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto mengungkapkan hasil pemeriksaan sementara, yang menjadi pemicu pelaku melancarkan aksinya yakni akibat asmara pelaku tidak direstui.
“Dari hasil penyelidikan sementara, peristiwa tersebut diduga dilatarbelakangi persoalan pribadi atau asmara yang tidak direstui,” kata Budi, kepada wartawan, Senin (15/6/2026).
Sementara itu, Budi mengatakan, saat ini kedua pelaku masih menjalani pemeriksaan di Polsek Penjaringan, untuk mengungkap peristiwa menjadi terang.
“Saat ini keduanya telah diamankan dan sedang menjalani proses penyidikan lebih lanjut di Polsek Metro Penjaringan,” jelasnya.
Kemudian dalam penangkapan ini, pihak kepolisian juga telah menyita sejumlah barang bukti berupa satu unit mobil Toyota Fortuner warna putih, rekaman CCTV, handphone, obeng, serta pakaian yang digunakan para tersangka saat kejadian.(ars/raa)