news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Selat Hormuz, Iran.
Sumber :
  • ANTARA

Selat Hormuz Dibuka, Pengamat: Harga Minyak Turun Potensi Redam Tekanan Inflasi Global

Pengamat Pasar Uang dan Komoditas menilai, pembukaan Selat Hormuz menjadi faktor penting yang berpotensi mengubah arah pergerakan harga energi dalam beberapa bulan ke depan.
Selasa, 16 Juni 2026 - 12:28 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang membuka kembali Selat Hormuz memunculkan optimisme baru di pasar global.

Setelah sempat dihantui risiko gangguan pasokan energi dunia, pelaku pasar kini justru memperkirakan harga minyak mentah akan bergerak turun dan kembali mengikuti fundamental pasar yang saat ini mengalami kelebihan pasokan.

Pengamat Pasar Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menilai, pembukaan Selat Hormuz menjadi faktor penting yang berpotensi mengubah arah pergerakan harga energi dalam beberapa bulan ke depan.

Menurut Ibrahim, pasar langsung merespons positif perkembangan tersebut. Harga minyak yang sebelumnya sempat bergerak tinggi akibat kekhawatiran terhadap pasokan global kini mulai mengalami koreksi.

“Tetapi kita lihat bahwa informasi tersebut membuat harga minyak mentah mengalami penurunan saat ini. Harga minyak mentah itu sudah di bawah 80, tepatnya di 79 dolar per troy ounce dan kemungkinan besar akan terus mengalami pelemahan ya mendekati di level 75,” kata Ibrahim saat dihubungi, Selasa (16/6/2026).

Ia menilai pelemahan harga minyak berpotensi berlanjut karena kondisi pasar saat ini sebenarnya mengalami kelebihan pasokan. 

Di satu sisi, kebutuhan minyak global diperkirakan berada di kisaran 100 juta barel per hari. Namun di sisi lain, produksi dunia telah mencapai lebih dari 103 juta barel per hari.

“Kenapa? Karena kita melihat bahwa sebenarnya kebutuhan untuk minyak ini adalah 100 juta barel per hari, tetapi terjadi oversupply karena produksi minyak secara global itu adalah 103,1 juta barel per hari,” jelas Ibrahim.

Dengan berakhirnya krisis di Selat Hormuz, menurutnya harga minyak tidak lagi ditopang oleh faktor ketegangan geopolitik dan akan kembali bergerak mengikuti kondisi fundamental pasar.

“Artinya pada saat krisis Selat Hormuz ini selesai, dibuka kembali, ya kemudian harga minyak mentah ini akan mengikuti harga fundamental yaitu di bawah 75 dolar per troy ounce yang membuat masyarakat investor ini kembali melakukan pembelian terhadap emas dunia maupun logam mulia,” ujarnya.

Lebih jauh, Ibrahim menilai dampak terbesar dari turunnya harga minyak justru akan dirasakan pada sektor ekonomi yang lebih luas. Penurunan biaya energi diperkirakan akan menekan biaya transportasi dan logistik yang selama ini menjadi komponen penting pembentuk inflasi.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:10
05:03
05:54
03:52
01:01
03:23

Viral