- tvOneNews
Kenapa Kasus Kematian Pejabat BKAD Purwakarta Gegerkan Publik? Ini Deretan Faktanya
Menariknya, polisi juga menemukan dua potong kabel, satu ikat pinggang hingga sebuah tangga yang terletak di sudut kamar. Selain itu, penyidik terus menelusuri sejumlah dokumen diduga mengenai riwayat pemeriksaan kejiwaan korban.
I Made mengatakan, untuk sementara ini polisi menilai tidak ada kerugian materil. Kendati demikian, penyidik memusatkan perhatian terhadap temuan plafon rumah yang sudah jebol.
4. Bareskrim Polri dan Polda Jabar Turun Tangan
Temuan plafon rumah yang jebol dengan sebuah tangga tepat berada di bawahnya membuat Polres Purwakarta meminta bantuan kepada Pusident Bareskrim Polri dan Polda Jawa Barat.
Pada Rabu (17/6/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, tim dari Bareskrim Polri kembali melakukan olah TKP. Tim terpantau membawa sejumlah koper alat berfungsi untuk alat pendukung proses identifikasi.
Berdasarkan hasil olah TKP ulang, tim dari Bareskrim Polri menemukan sidik jari dan langsung diamankan oleh petugas.
5. Periksa Lima Saksi
AKP I Made Purwantara menyampaikan bahwa, penyidik melakukan pemeriksaan sedikitnya lima saksi. Mereka yang diperiksa, di antaranya istri korban, mertua korban, serta tiga rekan kerja Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah BKAD Kabupaten Purwakarta.
6. Kebiasaan Sehari-hari Korban
Di tengah proses penyelidikan, tetangga korban, Sumi mengungkap kebiasaan sehari-hari pejabat keuangan di lingkungan Pemkab Purwakarta tersebut.
Sumi menilai Yogi Saleh dikenal sebagai sosok yang sangat tertutup. Kesibukannya selalu bekerja sehingga korban jarang bersosialisasi dengan orang-orang di sekitarnya.
Sumi menambahkan, tetangga tidak memberikan kecurigaan apa pun. Mereka hanya mengetahui kondisi keluarga korban selalu aman.
"Orangnya dan keluarganya tertutup. Jadi, saya enggak tahu biarpun kita rumahnya berdekatan," terang Sumi.
7. Keluarga Desak Polisi Ungkap Motif Kematian Yogi Saleh
Di sisi lain, keluarga korban, Eka Yusup merasa aneh dengan kematian sepupunya. Menurutnya, Yogi Saleh meninggal dunia dalam kondisi tidak wajar.
"Keluarga mencurigai adanya kejanggalan. Kok jadi begini kematiannya tidak wajar," kata Eka.
Ia memahami pengungkapan kasus kematian pejabat keuangan tersebut tidak bisa diburu-buru. Namun, pihak keluarga mendesak polisi segera menyelesaikan kasus ini.