News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Muncul Nama Pejabat di Persidangan John Field Terkait Korupsi di Bea Cukai, Begini Respons KPK

Ketua KPK Setyo Budiyanto angkat bicara soal sejumlah nama baru yang muncul dalam persidangan di kasus dugaan suap importasi barang di Ditjen Bea dan Cukai. 
Rabu, 17 Juni 2026 - 18:56 WIB
Ketua KPK, Setyo Budiyanto
Sumber :
  • tvOnenews.com/Aldi Herlanda

Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto angkat bicara soal sejumlah nama baru yang muncul dalam persidangan di kasus dugaan suap importasi barang di Ditjen Bea dan Cukai. 

Setyo mengatakan, bahwa setiap fakta persidangan yang muncul akan dicermati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). 

"Informasi tersebut tentu dicermati juga oleh penyidik, oleh kedeputian penindakan, ya tidak dilepaskan begitu saja," katanya di Jakarta Pusat, Rabu (17/6/2026). 

Tentunya sambung Setyo setiap fakta persidangan perlunya ada konfirmasi dari yang bersangkutan termasuk juga memeriksa sejumlah saksi-saksi lain untuk nantinya menjadi pengembangan penyidikan. 

"Di persidangan kan diambil secara sumpah. Itu yang dipertanggungjawabkan. Relevan tidak, sama tidak dengan yang keterangan pada saat pemeriksaan di tahan penyidikan," jelasnya. 

Meski begitu, ia tak membeberkan lebih jauh soal langkah selanjutnya yang akan diambil. Pasalnya baik pengembangan penyidikan ataupun pemeriksaan saksi-saksi semuanha dilakukan atas kebutuhan tim penyidik. 

"Nanti kita tunggu saja apa yang dilakukan oleh penyidik," ungkapnya. 

Diketahui, dalam sidang pemilik PT Blueray, John Field terungkap bahwa adanya aliran dana ke Djaka dengan total Rp21 miliar.

John membenarkan mengirimkan amplop dengan kode BC1 untuk Djaka, BC2 untuk Rizal selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC periode 2024 sampai Januari 2026, serta BC3 untuk Sisprian Subiaksono selaku Kasubdit Intel P2 DJBC.

Jaksa mengatakan setiap amplop untuk Djaka berisi uang Rp3 miliar sehingga total dalam tujuh kali pemberian menjadi Rp21 miliar.

Tak hanya Djaka, nama mantan pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Ahmad Dedi alias Dedi Congor muncul dalam persidangan John Field

John Field mengaku bahwa memberikan uang senilai Rp30 miliar kepada Dedi Congor.

Mulanya tim penasihat hukumnya menanyakan terkait adanya angka Rp91 miliar berdasarkan hasil pemeriksaan penyidikan.

"Saya ingin clear ini, Pak. Bahwa ini Rp91 miliar sudah terungkap di pemeriksaan penyidikan, dalam dakwaan Rp61 miliar, berarti ada Rp30 miliar lagi, bisa Bapak jelaskan?" tanya tim penasihat.

"Yang Rp30 (miliar) itu setiap bulan saya bantu Rp5 M, Rp5 M itu ke Pak Dedi yang saya tahu dia itu di salah satu," jawab John.

Lalu John juga mengaku bahwa uang tersebut ia serahkan selama enam bulan, dan setiap bulannya 'menyetor' Rp5 miliar.

John juga mengungkapkan bahwa uang tersebut ia serahkan tidak langsung kepada Dedi melainkan melaui stafnya. (aha/cmi)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Masa Tunggu Haji Sudah Dipangkas Jadi 26 Tahun, Presiden Prabowo Minta Lebih Cepat Lagi

Masa Tunggu Haji Sudah Dipangkas Jadi 26 Tahun, Presiden Prabowo Minta Lebih Cepat Lagi

Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan ibadah haji 2026 yang dinilai berjalan lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. 
Ramadhan Sananta Resmi Gabung Persebaya Surabaya, Penyerang Timnas Indonesia itu Ungkap Perasaannya

Ramadhan Sananta Resmi Gabung Persebaya Surabaya, Penyerang Timnas Indonesia itu Ungkap Perasaannya

Penyerang Timnas Indonesia, Ramadhan Sananta resmi berseragam Persebaya Surabaya untuk Super League 2026/2027 usai membela klub DPMM FC di Liga Super Malaysia.
Keberhasilan Obligasi Danantara Dinilai Perkuat Posisi Indonesia di Mata Investor Dunia

Keberhasilan Obligasi Danantara Dinilai Perkuat Posisi Indonesia di Mata Investor Dunia

Danantara Investment Management menerbitkan obligasi dalam dua tenor, yakni lima tahun dan 10 tahun, dengan total nilai mencapai US$1,5 miliar.
Sejumlah Pintu GBK hingga Hutan Kota akan Ditutup Buntut Eksekusi Hotel Sultan Besok

Sejumlah Pintu GBK hingga Hutan Kota akan Ditutup Buntut Eksekusi Hotel Sultan Besok

Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) akan menutup sejumlah pintu masuk kawasan Stadion GBK seharian penuh pada Kamis (17/6/2026) karena akan ada eksekusi Hotal Sultan.
Buntut Dugaan Korupsi Program MBG, Kejagung Segel Gudang Motor Listrik BGN di Bogor

Buntut Dugaan Korupsi Program MBG, Kejagung Segel Gudang Motor Listrik BGN di Bogor

Upaya pengusutan dugaan korupsi dalam tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2025–2026 terus bergulir. 
Mahasiswa UGM Kritik Sikap Budiman Sudjatmiko, Sebut Tak Lagi Cerminkan Semangat Aktivis 98

Mahasiswa UGM Kritik Sikap Budiman Sudjatmiko, Sebut Tak Lagi Cerminkan Semangat Aktivis 98

Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mengkritik sikap Budiman Sudjatmiko yang kini mengemban jabatan sebagai Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin)

Trending

Misteri Kematian Jance Zebua Belum Terpecahkan, Publik Kritisi Proses Penyidikan

Misteri Kematian Jance Zebua Belum Terpecahkan, Publik Kritisi Proses Penyidikan

Duka masih menyelimuti rumah keluarga Jance Zebua di Desa Hilinaa, Dusun 2, Kecamatan Alasa Talumuzoi, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara (Sumut).
Luhut Klaim Perlinsos Digital dan Simbara Bisa Buat Negara Hemat Ribuan Triliun: Orang Tidak Bisa Korupsi

Luhut Klaim Perlinsos Digital dan Simbara Bisa Buat Negara Hemat Ribuan Triliun: Orang Tidak Bisa Korupsi

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Panjaitan, menyebut sistem digitalisasi pemerintah melalui Perlinsos Digital dan Simbara bisa membuat hemat ribuan triliun.
Prabowo Tahan Pertalite Tak Naik, B50 Diproyeksi Hemat Devisa Rp157 Triliun dan Serap 2,2 Juta Pekerja

Prabowo Tahan Pertalite Tak Naik, B50 Diproyeksi Hemat Devisa Rp157 Triliun dan Serap 2,2 Juta Pekerja

ESDM menyampaikan pemerintah memilih menahan harga BBM subsidi Pertalite sebagai langkah perlindungan terhadap kelompok masyarakat rentan, seraya mendorong implementasi B50.
Komnas HAM Sebut Program MBG Langgar HAM, DPR: Pernyataan Kontradiktif

Komnas HAM Sebut Program MBG Langgar HAM, DPR: Pernyataan Kontradiktif

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso menilai pernyataan Komnas HAM soal program Makan Bergizi Gratis (MBG) terindikasi melanggar HAM adalah tidak tepat.
Siapa Yakuza Maneges yang Menyegel Ponpes di Malang?

Siapa Yakuza Maneges yang Menyegel Ponpes di Malang?

Media sosial beberapa waktu lalu dihebohkan dengan kabar, adanya pondok pesantren (Ponpes) di Malang, Jawa Timur disegel organisasi bernama Yakuza Maneges
Masih Ingat Herve Renard? Eks Pelatih Arab yang Pernah Merepotkan Timnas Indonesia Kini Dapat Misi Berat di Piala Dunia

Masih Ingat Herve Renard? Eks Pelatih Arab yang Pernah Merepotkan Timnas Indonesia Kini Dapat Misi Berat di Piala Dunia

Nama Herve Renard bukanlah sosok asing bagi penggemar Timnas Indonesia. Eks pelatih Arab Saudi kini dapat tugas berat untuk selamatkan Tunisia di Piala Dunia.
Media Vietnam Tak Habis Pikir, Timnas Indonesia Bisa Diperkuat Bintang Baru dari Eropa Jelang Piala AFF 2026

Media Vietnam Tak Habis Pikir, Timnas Indonesia Bisa Diperkuat Bintang Baru dari Eropa Jelang Piala AFF 2026

Timnas Indonesia kembali dapat sorotan media Vietnam menjelang bergulirnya berbagai turnamen internasional pada 2026. Tambahan dua pemain anyar jadi perhatian.
Selengkapnya

Viral