- Istimewa
Mulai 1 Juli B50 Resmi Meluncur, Pakar Nilai Ada Potensi Perkuat Devisa dan Ketahanan Energi
“Tindakan yang dilakukan pemerintah sudah benar. Mengurangi subsidi dengan pencampuran bahan baku sampai B50 itu benar secara ekonomi,” ujar Rishal.
Dari sisi lingkungan, penggunaan biodiesel dengan porsi lebih tinggi juga diyakini mampu menekan emisi kendaraan karena kandungan bahan bakar fosil semakin berkurang.
“Secara hasil penelitian, emisinya otomatis berkurang karena kandungan dieselnya semakin berkurang. Kadar karbon monoksida dan hidrokarbonnya berkurang,” kata Rishal.
Program B50 merupakan kelanjutan dari perjalanan panjang kebijakan biodiesel nasional yang dimulai dari B20 pada 2016, meningkat menjadi B30 pada 2020, lalu B35 pada 2023, hingga akhirnya mencapai tahap implementasi penuh B50 pada pertengahan 2026 setelah melalui serangkaian uji coba intensif.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan implementasi B50 tidak hanya menghemat devisa negara, tetapi juga mampu menyerap lebih dari 2,2 juta tenaga kerja di berbagai sektor terkait.
Dari sisi lingkungan, penggunaan B50 ditargetkan dapat menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 46,72 juta ton CO2 pada 2026.
Hasil uji coba yang dilakukan pada sektor otomotif menunjukkan performa bahan bakar tetap andal dan aman, sementara pengujian pada sektor strategis lain seperti alat berat dan perkeretaapian akan diselesaikan secara bertahap hingga akhir tahun. (agr/ree)