news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi - Dugaan penipuan kursus bahasa Arab dan umrah, Mecca Al Arabiya Course (MAAC).
Sumber :
  • Gemini Generated AI

Tega, Alumni Universitas Islam Madinah Bikin Puluhan Wali Murid Menangis Kehilangan Uang Ratusan Juta per Orang: Dugaan Penipuan MAAC, Kursus Bahasa Arab dan Umrah

Sudah di jalan menuju hotel, korban MAAC syok dapati agenda manasik ternyata fiktif: Dugaan penipuan kursus Bahasa Arab Madinah dan umrah. Puluhan korban kini -
Jumat, 26 Juni 2026 - 16:20 WIB
Reporter:
Editor :

 

 

tvOnenews.com – Puluhan korban dugaan penipuan yang dilakukan entitas kursus bahasa Arab Mecca Al Arabiya Course (MAAC) yang beraung di bawah PT Meka Karya Indonesia mulai kompak bersuara hingga membuka posko pengaduan mandiri.

Founder sekaligus pimpinan tertinggi MAAC Muhammad Zulfikar Danopa yang merupakan alumnus Universitas Islam Madinah (UIM), diduga kuat membawa kabur dana milik para jemaah hingga menyentuh angka miliaran rupiah.

Modus operandi yang dilancarkan oleh MAAC terbilang sangat rapi. Memanfaatkan platform Instagram melalui akun @course.official (kini bersalin nama menjadi @maacourse.official), mereka menawarkan Program Intensif Daurah Pembelajaran Bahasa Arab langsung di Universitas Islam Madinah dan Universitas Ummul Qura yang dipadukan dengan ibadah umrah

Masjid Nabawi - Masjidil Haram
Sumber :
  • tvOnenews - Gigih Wahyuningsih

Promosi gencar ditambah status keagamaan pelaku sebagai alumnus Timur Tengah terbukti ampuh memikat ratusan peserta.

Namun janji suci memperdalam ilmu agama di Tanah Suci itu berakhir pelik. Hingga tenggat waktu keberangkatan, visa tak kunjung terbit dan tiket pesawat tidak pernah diberikan. 

Uang yang telah disetorkan justru ditahan tanpa kejelasan, sementara peserta hanya disodori janji refund bergulir tanpa realisasi pasti.

Berdasarkan data posko pengaduan mandiri, sedikitnya sudah ada 21 orang dari berbagai wilayah di Indonesia—mulai dari Jakarta, Tangerang, Malang, Surabaya, Padang, Kalimantan Selatan, Riau, hingga Aceh—yang resmi mengonsolidasikan bukti dengan total kerugian mencapai Rp1,6 miliar. 

Angka ini diprediksi akan terus membengkak hingga total Rp2 miliar seiring makin banyaknya korban yang berani melapor.

Janji Manasik di Hotel Ternyata 'Scam'

Masjid Nabawi
Sumber :
  • tvOne - hentty

Korban Ani (bukan nama sebenarnya) menceritakan kronologi memilukan yang dialaminya secara langsung kepada tvOnenews.com, Kamis (25/6/2026).

Awalnya, ia mendaftarkan anak-anaknya untuk program daurah keberangkatan 1 Juli 2025 dengan total biaya Rp147 juta untuk 3 paket.

"Awalnya mereka responsif, tetapi lama-kelamaan komunikasi diabaikan. Kami mulai curiga karena tidak ada grup koordinasi jemaah dan visa tak kunjung keluar. Tepat tanggal 27 Juni, Ustadzah Rizqon (adik Zulfikar) dan Zulfikar menelepon membatalkan keberangkatan sepihak dengan alasan kuota lembaga bahasa di UIM tidak terpenuhi dan alasan adanya perang," ungkap Ani.

Setelah dipaksa menandatangani formulir pengembalian dana (refund), janji tersebut menguap begitu saja. Pihak MAAC justru kembali menawarkan pengalihan keberangkatan pada 20 Desember 2025. 

Para jemaah bahkan diminta berkumpul di sebuah hotel dekat bandara Soekarno Hatta untuk agenda koordinasi dan manasik.

"Lagi-lagi tanggal 19 Desember kami di-WA bahwa anak-anak gagal berangkat karena kuota. Padahal saat itu kami sudah dalam perjalanan menuju hotel bersama anak-anak. Saat saya telepon langsung pihak hotel untuk konfirmasi, ternyata sama sekali tidak ada pemesanan tempat untuk manasik dari travel MAAC. Di situ kami baru sadar bahwa ini murni scam," sesalnya.

Perincian Kerugian Korban Ratih

Derita serupa dialami oleh Ratih (nama samaran), seorang orang tua murid kelas XII asal Sumatera Barat. 

Anaknya yang semula mengikuti kursus online diiming-imingi program lanjutan bernama Ma'had Haram, yakni konsep belajar langsung di lingkungan Masjid Nabawi dengan pengajar dari UIM, lengkap dengan janji jalur khusus masuk universitas tersebut.

Demi meyakinkan korban, tim MAAC bahkan sampai nekat menyambangi kediaman Ratih di Sumatera Barat sebanyak dua kali dan di Bandung satu kali. 

Terpikat oleh janji manis tersebut, Ratih mendaftarkan anaknya sekaligus mengambil paket umrah untuk 5 orang anggota keluarganya.

Janji keberangkatan pada Desember 2022 terus diundur ke Januari 2023, hingga akhirnya zonk total. Berikut adalah perincian kerugian finansial yang dialami keluarga Ratih:

Tabel kerugian korban Ratih (bukan nama sebenarnya) dugaan penipuan MAAC, umroh dan kursus bahasa Arab di Universitas Islam Madinah
Sumber :
  • tvOnenews.com

"Selain kerugian materi, kami mengalami kerugian non-materi luar biasa berupa waktu, tenaga, dan kekecewaan mendalam karena rencana pendidikan serta ibadah anak kami hancur berantakan," kata Ratih.

Siap Seret Pelaku ke Bareskrim, Manajemen MAAC Merespons

Somasi terbuka dan surat peringatan yang dilayangkan oleh kuasa hukum para korban Dimas Yemahura Alfaruq dari DNV Lawfirm dilaporkan diabaikan sepenuhnya oleh pihak PT Meka Karya Indonesia.

Sebelum gerakan massal ini bergulir, perwakilan korban sebenarnya telah membuat Laporan Polisi resmi dengan nomor LP/B/2520/XII/2025/SPKT/POLRES BOGOR/POLDA JAWA BARAT pada 21 Desember 2025. 

Namun, karena penanganan di tingkat polres dinilai berjalan di tempat, tim kuasa hukum kini tengah merampungkan berkas kumulatif dari 19 korban baru untuk melaporkan sindikat keluarga ini langsung ke Bareskrim Mabes Polri.

“InsyaAllah kami akan ke Bareskrim tanggal 3 Juli 2026,” kata Dimas.

Selain mendesak penahanan, koalisi korban mendesak Kementerian Agama RI (Kemenag) dan Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta untuk segera mem-blacklist entitas MAAC Muhammad Zulfikar Danopa, beserta seluruh anggota keluarganya dari akses pengurusan visa ke Arab Saudi.

Di sisi lain, saat dikonfirmasi oleh tim tvOnenews.com pada 8 Juni 2026, manajemen Mecca Al Arabiya Course (MAAC) memilih untuk menyelesaikan persoalan ini secara tertutup.

"Untuk saat ini kami memilih untuk tidak memberikan komentar maupun wawancara terkait berbagai informasi yang sedang beredar di ruang publik. Kami meyakini bahwa setiap persoalan akan lebih baik diselesaikan secara proporsional melalui komunikasi langsung dengan pihak-pihak yang berkepentingan," tulis pihak manajemen MAAC.

"Di sisi lain, kegiatan dan layanan perusahaan tetap berjalan sebagaimana mestinya, dan kami tetap berkomitmen menjalankan tanggung jawab serta pelayanan kepada seluruh peserta sesuai kapasitas dan prosedur yang berlaku," tambah MAAC. 

Terbaru pada Jumat (26/6/2026), tvOnenews.com kembali berusaha menghubungi MAAC untuk meminta pernyataan terkini mereka terkait kasus dugaan penipuan ini.

“Saat ini kami belum memiliki pernyataan tambahan. Proses yang berkaitan dengan persoalan tersebut sedang berjalan melalui mekanisme yang berlaku, sehingga kami memilih menghormati proses tersebut dan tidak memberikan komentar lebih lanjut,” jawab MAAC.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:56
07:53
06:02
02:55
04:58
07:02

Viral