news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kasus Kematian Luis David Belum Tuntas Diusut, Personel TNI Diduga Terlibat Dugaan Pembunuhan Berencana.
Sumber :
  • Istimewa

Tim ARMI Duga Kematian Luis David Hutabarat Dipicu Kekerasan Petugas Keamanan PT Agrinas

Tim Advokasi Rakyat Melawan Impunitas (ARMI) mengungkap kronologi dugaan kekerasan yang dilakukan petugas keamanan PT Agrinas Palma Nusantara (APN) terhadap empat warga Desa Sukarame Baru, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, pada 16 Juni 2026.
Sabtu, 27 Juni 2026 - 08:30 WIB
Reporter:
Editor :

“Bahwa kemudian, Luis dan Jhoni berlari dan dikejar oleh Budiono. Aksi kejar-kejaran itu berlangsung sejauh 200 meter,” kata Adinda.

Laporan tersebut juga menyebut Luis sempat meminta Jhoni merekam kejadian menggunakan telepon genggam. Namun, Budiono disebut berhasil menangkap Luis.

“Bahwa disela kejar-kejaran tersebut Luis sempat meminta Joni untuk merekam kejadian melalui telepon selulernya sehingga melambatkan larinya. Akibatnya Budiono berhasil menangkap Luis. Lalu Budiono langsung memiting leher Luis,” ujar Adinda.

Tim ARMI juga mengutip kesaksian bahwa saat rombongan petugas lain tiba di lokasi, Luis telah tergeletak di tanah.

“Bahwa, sesampainya di lokasi Budiono, terlihat kalau Luis sudah terkapar di tanah. Bahwa, kemudian Buana menginjak bagian leher Luis yang sudah tergeletak di tanah sembari mengatakan ‘pura-puranya kau’,” kata Adinda.

Setelah para petugas meninggalkan lokasi, istri korban, Desi Natalia Nainggolan, melakukan pencarian dan menemukan Luis dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

“Bahwa istri korban setelah melakukan penyisiran dari arah kedatangan mereka. Ketika istri korban berada sampai di lokasi pembunuhan sudah tidak ada pelaku. Hanya ada suaminya yang sudah tidak bernyawa dengan kondisi lidah menjulur keluar dan ada luka lebam di pipi kiri,” ujar Adinda.

Temuan tersebut memicu kemarahan warga. Menurut laporan Tim ARMI, masyarakat sempat mengejar para terduga pelaku dan mendatangi Polsek Kualuh Hulu setelah mengetahui sebagian pelaku menyerahkan diri. Pada malam harinya, sekitar pukul 19.00 WIB, massa membakar tiga unit rumah dinas atau mess milik PT Agrinas Palma Nusantara.

Tim ARMI menyatakan berdasarkan temuan lapangan, kasus tersebut bukan peristiwa yang berdiri sendiri. Mereka mengklaim sejak pengelolaan lahan beralih ke PT Agrinas Palma Nusantara pada Maret 2025, sedikitnya 15 kasus kekerasan terhadap warga telah didokumentasikan oleh kelompok tani setempat.

Dalam laporannya, Tim ARMI juga mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas perkara tersebut, termasuk mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat, serta memastikan proses hukum berjalan secara adil dan transparan.(agr/raa)

 

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:56
07:53
06:02
02:55
04:58
07:02

Viral