- tvOne
Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda
Bangkalan, tvOnenews.com - Kasus kematian RYS (50), aparatur sipil negara (ASN) terus menggegerkan publik. Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan ditemukan tewas di area parkir Terminal Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (24/6/2026) siang.
Ironisnya, ASN dari Pemkab Bangkalan tersebut ditemukan meninggal dunia dalam kondisi membusuk. Hal ini membuat jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong.
Hingga kini, terdapat sejumlah fakta terbaru mengenai misteri kasus kematian ASN yang tewas di Bandara Juanda. Berikut hasil rekapan tvOnenews.com dari wawancara keluarga korban dan Tim Humas RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong.
8 Fakta Misteri Kematian ASN Tewas di Bandara Juanda
- Tim tvOne
1. Ditemukan Tewas di Dalam Mobil Dinas
RYS diketahui pertama kali terendus oleh pengendara yang hendak memarkirkan mobil di area parkir Bandara Internasional Juanda. Kecurigaan berawal dari bau busuk yang timbul dari dalam mobil dinas Toyota Innova Nopol M 1090 GP.
Korban pun ditemukan dalam kondisi tiduran di kursi bagian depan kiri mobil. Hal ini membuat aparat langsung mengevakuasi jenazah ASN tersebut.
2. Tinggalkan Rumah Beralasan Urusan Pekerjaan Dinas
Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya menceritakan awal kronologi kasus kematian RYS. Hal ini bermula saat RYS meminta izin untuk berangkat melakukan aktivitas pekerjaan.
Risang mengatakan, korban keluar rumah dinas pada Kamis, 18 Juni 2026. Sekretaris Dinas PRKP Kabupaten Bangkalan tersebut akan menuju kantor dinasnya.
"Korban meninggalkan rumah seperti biasanya tidak ada yang bertanya ke mana. Memang ini menynagkut pekerjaan almarhumah memang ke kantor dinas," kata Risang dalam wawancara tvOne, Jumat (26/6/2026).
3. Sempat Berpamitan kepada Anak dan Suami
Lebih lanjut, Risang menjelaskan pada malam harinya, korban berpamitan kepada anaknya. RYS meminta izin diperkirakan akan pulang terlambat akibat jadwal urusan kedinasan begitu padat di area Malang.
Korban bahkan sempat mengirim keberadaan lokasinya. Terakhir kali RYS berada di sebuah toko buah di kawasan Malang.
"Dia video call bilang akan pulang hari Sabtu," ujarnya.
Korban juga sempat menghubungi suaminya pada Sabtu, 20 Juni 2026 pagi. Setelah siang hari, ASN tersebut sudah tidak bisa dihubungi oleh pihak keluarga.