news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Foto dr Eliza Princila Utami Pakaenoni atau Dokter Icha & Sang Ibu, Nur Azizah.
Sumber :
  • tvOneNews

Imbas Dugaan Diintimidasi Oknum DPRD, Apa Saja Percakapan Terakhir Dokter Icha yang Buat sang Ibu Berlinang Air Mata?

Nur Azizah, ibu dr Eliza Princila Utami Pakaenoni (Dokter Icha) berbagi kisah percakapan terakhir sebelum anaknya bunuh diri imbas diintimidasi oknum DPRD TTU.
Selasa, 30 Juni 2026 - 17:24 WIB
Reporter:
Editor :

Dugaan ancaman itu memicu depresi bagi dr Icha. Pasalnya, hal ini sangat berkaitan dengan praktiknya sebagai dokter yang bertugas di IGD RS Leona.

Ancaman bernada tinggi tersebut membuat dr Icha takut saat kembali melihat mereka mendatangi IGD. Keberadaan dua oknum itu mendorong sang dokter tidak menjalani tugas dan memutuskan pulang ke rumah.

"Dia bilang lagi, 'Mama, saya sudah tidak kuat'. Dia ketakutan karena di depan banyak orang, ada (oknum anggota DPRD) yang mengatakan praktiknya bisa dihentikan saat itu juga," terangnya.

Kasus ini semakini terungkap setelah rekan kerjanya tidak dapat berkomunikasi dengan dr Icha. Hal itu terjadi pada Minggu, 14 Juni 2026, sekitar pukul 19.00 WITA.

Situasi tersebut membuat rekan kerjanya menyambangi tempat tinggal dr Icha. Di momen inilah, korban telah dalam keadaan lemah dan dibawa untuk menjalani perawatan di RS Leona.

3. Sang Ibu Kuatkan Mental Putrinya

Kepala Laboratorium Kesehatan Provinsi NTT itu sangat meyakini izin praktik anaknya sebagai tenaga kesehatan hingga operasional rumah sakit tidak mungkin dicabut secara mendadak.

Ia sebagai seorang birokrat tentu mengetahui betul mekanisme administrasi pemerintahan terhadap kedua aspek ini. Ia berusaha menenangkan dan menghilangkan ketakutan putrinya.

"Saya mengingat betul saya bilang 'jangan takut. Tidak semudah itu membekukan izin praktik maupun operasional rumah sakit. Semua ada mekanismenya'," ucap Nur.

Alih-alih berhasil, sejumlah upaya yang bertujuan meredakan ketakutan berujung sia-sia. Menurut Nur, trauma akibat dugaan ancaman tersebut sudah sangat membekas dalam pikiran dr Icha.

Ia berpendapat nada hingga penyebutan penghentian operasional rumah sakit menyebabkan dr Icha mengalami tekanan psikologis tingkat tinggi.

"Dia berpikir dan itu menjadi beban sangat berat bagi dia," imbuhnya.

4. Tidak Menyangka sang Anak Berakhir Tragis

Ia yang semakin tak kuasa menahan air matanya mengungkapkan kesedihan mendalamnya. Ia sebagai seorang ibu sangat mencintai sang putri.

Ia masih bertanya-tanya kenapa fenomena seperti ini harus dialami anaknya. Ia mengaku selalu merasa bangga dan terlebih lagi putri tercintanya telah mewujudkan mimpinya.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:09
00:47
00:52
06:23
05:11
05:29

Viral