news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Dokter PPDS FK Unsrat, dr Adrian Rantung meninggal dunia diduga akibat menjadi korban bullying.
Sumber :
  • Instagram/@soalunsrat

dr Adrian Bukan Pertama Kali, Kasus Dugaan Bullying Dokter PPDS juga Pernah Terjadi di RS Kandou Manado

Kematian dr Adrian Rantung, dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi FK Unsrat menjadi kasus dugaan bullying ke-2 di RSUP Kandou Manado.
Rabu, 8 Juli 2026 - 10:31 WIB
Reporter:
Editor :

Berdasarkan isi surat tersebut, terdapat temuan permintaan atau pemungutan uang (pungli) di luar biaya pendidikan. Kasus ini melibatkan PPDS Senior Penyakit Dalam kepada PPDS Junior dan calon PPDS Penyakit Dalam.

Aksi ini memicu dugaan perundungan di lingkungan rumah sakit pendidikan. Ancaman dan kekerasan verbal maupun non verbal pun terjadi kepada PPDS junior.

"Terdapat pemahaman dari PPDS senior, DPJP (Dokter Penanggung Jawab Pelayanan), dan supervisor bahwa kejadian perundungan di pendidikan dokter adalah hal biasa dan banyak terjadi di tempat lain," tuturnya.

Pandangan tersebut menuai reaksi keras. Kemenkes mendesak Direktur Utama RSUP Kandou Manado membekukan sementara perjanjian kerja sama PPDS Penyakit Dalam antara pihak rumah sakit dan Fakultas Kedokteran Unsrat.

Terkini, kasus serupa kembali terjadi. Dugaan bullying menimpa dr Adrian Rantung, peserta PPDS Anestesiologi Unsrat di RSUP Prof Dr. R.D. Kandou.

Kasus Dokter PPDS Meninggal Dunia Akibat Dugaan Bullying pada 2026

Dokter PPDS Adrian Rantung
Sumber :
  • Instagram @kemenkes_ri

Diketahui, Adrian merupakan peserta dokter PPDS Anestesiologi Fakultas Kedokteran Unsrat. Ia ditemukan tewas yang diduga setelah melakukan aksi nekat untuk mengakhiri hidupnya.

Kabar meninggalnya dokter Adrian pertama kali mencuat melalui unggahan akun Threads rekan sejawatnya @radietyaalvarabie. Dalam keterangannya, peserta PPDS tersebut ditemukan meninggal dunia pasca tidak hadir menjalani jadwal jaga pada Minggu (5/7/2026).

"Telah berpulang dr Adrian PPDS Anestesi Univ Sam Ratulangi Manado (RS Prof Dr Kandou). Ditemukan berpulang dengan kondisi sicde saat jadwal jaga Almarhum," tulisnya.

Melalui unggahan yang sama, rekan sejawatnya juga membagikan tangkapan layar. Isinya menerangkan kronologi saat menemukan jenazah dokter PPDS tersebut.

"Kejadiannya beliau semestinya jaga Minggu pagi ini, namun karena enggak datang, dicek ke kosannya. Diketok enggak dibukain, ternyata udah enggak bernyawa," terangnya.

Adrian sendiri masih menjadi peserta PPDS semester awal. Tekanan yang hebat membuat psikisnya terganggu. Sontak, berbagai pihak menduga kematiannya akibat perundungan.

Kasus kematian dr Adrian juga menuai reaksi dari Kemenkes. Dalam keterangannya, Kemenkes langsung mengambil langkah tegas yakni membekukan sementara kegiatan pendidikan PPDS Anestesiologi di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:39
01:56
01:15
05:45
01:34
01:16

Viral