- Abdul Gani Siregar-tvOne
Ramai Parodi "Kopdes Ala Militer", Menkop Ferry: Kritik Warganet Jadi Bahan Evaluasi
Jakarta, tvOnenews.com — Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono merespons maraknya video parodi di media sosial soal pelaksanaan program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih.
Alih-alih menganggapnya sebagai serangan, pemerintah justru menilai kritik yang disampaikan warganet melalui konten kreatif tersebut sebagai masukan untuk penyempurnaan program.
Belakangan, media sosial dipenuhi video parodi yang menggambarkan petugas Kopdes Merah Putih berperilaku layaknya personel militer.
Konten tersebut muncul sebagai respons atas pelatihan calon manajer Kopdes yang menggunakan pendekatan kedisiplinan ala militer.
Menanggapi fenomena itu, Ferry menilai kritik publik merupakan bagian dari dinamika di era media sosial yang patut didengar.
“Ya biasa kan di era sosial media ya mereka sebenarnya maksudnya baik dan mereka, apa namanya, mengingatkan kita perlu ada yang harus dievaluasi dan masukan-masukan,” kata Ferry di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta Pusat, dikutip Rabu (8/7/2026).
Menurutnya, berbagai respons masyarakat, termasuk yang disampaikan melalui video parodi, akan menjadi bahan evaluasi pemerintah dalam menjalankan program Kopdes Merah Putih ke depan.
“Itu tentu kita akan apa jadikan sebagai pertimbangan-pertimbangan untuk melihat,” ujarnya.
Tak hanya soal pelatihan, Ferry juga menanggapi sorotan publik terhadap lokasi sejumlah Koperasi Desa Merah Putih yang dinilai kurang tepat atau sulit dijangkau masyarakat.
Belakangan, keberadaan salah satu Kopdes Merah Putih di kawasan wisata Stone Garden, Kabupaten Bandung, menjadi perhatian publik dan memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pemilihan lokasi program tersebut.
Ferry mengakui terdapat sejumlah persoalan yang perlu dibenahi. Namun, ia menegaskan pemerintah tidak akan melihat persoalan itu secara parsial hanya karena menjadi viral di media sosial. (agr/nsi)