- Antara
Reaksi Keras Hotman Paris usai Orang Tua Santri Korban Dibakar Senior di Pesantren Menjerit Cari Keadilan
Jakarta, tvOnenews.com - Pengacara kondang Hotman Paris menyoroti kasus dugaan santri dibakar senior di Pondok Pesantren (Ponpes) Rosyidatusshaulatiyyah Al Ibrahimy NW di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Hotman Paris baru mendengar kasus tiga santri dibakar temannya di lingkungan pesantren. Ia mengetahui hal tersebut setelah salah satu orang tua korban meminta tolong agar insiden dialami anaknya bernama Sahid Al Hudri diusut tuntas.
Hotman Paris langsung merespons harapan dari orang tua Sahid Al Hudri. Pasalnya, kasus dugaan santri dibakar di sebuah ruangan pesantren tersebut terjadi pada 13 Desember 2025.
Hotman Paris bertanya-tanya kasus santri dibakar oleh temannya atau senior baru diusut sekarang. Padahal peristiwa ini telah berlalu lebih dari enam bulan.
"Para pelaku belum ditangkap! Halo Kapolda?," tulis Hotman Paris dalam keterangan melalui Instagram pribadinya, Rabu (8/7/2026).
Sikap Tegas Hotman Paris soal Kasus Santri Dibakar Senior di Pondok Pesantren Lombok Tengah
- IST
Hotman Paris langsung menunjukkan sikap tegasnya. Ia mendesak agar Komisi III DPR RI segera turun tangan mengusut kasus tiga santri dibakar oleh seniornya di penghujung tahun 2025.
"Komisi III DPR agar panggil Polda setempat!," desak Hotman.
Hotman baru mendapatkan kronologi kejadian ini dari berbagai pihak termasuk keluarga korban. Ia menyoroti tindakan dilakukan oleh oknum aparat karena diduga menghalangi upaya dari orang tua korban mencari keadilan.
Ia mengutip dari cerita seorang jurnalis yang mengungkapkan kronologi kejadian tersebut. Sebab, jurnalis itu cukup mengetahui duduk perkara dari pengakuan tiga korban.
Peristiwa ini terjadi di penghujung tahun 2025. Seiring berjalannya waktu, pihak keluarga korban resmi melaporkan insiden tragis tersebut kepada Polres Lombok Tengah pada 3 Juni 2026.
Adapun tiga korban yang mengalami luka bakar berat, di antaranya Sahril Sobirin, Sahid Al Hudri, dan Ahmad Devin Ramadhan. Salah satu dari tiga santri tersebut, yakni Sobirin dinyatakan meninggal dunia pada Februari 2026, tepatnya sehari sebelum Ramadhan 1447 H.
Sahril Sobirin mengalami luka bakar sekitar 60-70 persen, Ahmad Devin Ramadhan sekitar 30-40 persen, dan Sahid Al Hudri luka bakar 20-30 persen. Sayangnya untuk Sobirin, kondisi tubuh yang semakin melemah membuat ia meninggal dunia.