Kasus Santri Dibakar Senior, Sebenarnya Faktor Kesengajaan atau Kelalaian?
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com - Ketua Lembaga Perlindungan Anak Mataram, Joko Jumadi menyoroti kasus santri diduga dibakar oleh senior. Peristiwa ini terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Rosyidatusshaulatiyyah Al Ibrahimy NW di Desa Aik Darek, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah.
Joko mulanya mengungkap kronologi kasus tiga santri dibakar senior di lingkungan pesantren di kawasan Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Hal itu terjadi pada sekitar 13 Desember 2025.
"Kejadiannya itu di mana di salah satu ruangan di pondok pesantren," ujar Joko saat dihubungi tvOne, Rabu (8/7/2026).
Motif Kasus Santri Dibakar Senior Efek Kesengajaan atau Kelalaian?
Joko kemudian menyebutkan bahwa kronologi yang beredar memiliki beberapa versi. Pertama, penyebab tiga santri terbakar di sebuah ruangan akibat ulah senior atau temannya.
Ia menambahkan, versi kedua mengacu pada motif tiga santri terbakar karena kelalaian. Hal ini mengakibatkan mereka mengalami luka bakar berat dan salah satu di antaranya meninggal dunia.
"Ini masih ada dua versi. Ada versi yang menyatakan bahwa itu mungkin ada kesengajaan, tetapi ada versi lain juga menyatakan bahwa itu ada kelalaian," terangnya.
Dari kronologi yang didapat, Joko menjelaskan, kejadian ini bermula saat santri berkumpul di sebuah ruangnan pondok. Kala itu salah seorang santri bernama Moh. Reyhan meminta temannya membeli bensin.
"Awalnya diminta untuk membeli bensin guna membersihkan tembok. Kemudian, setelah datang bensinnya, jadi bensin itu dibuat dan disimpan di dua botol mineral," bebernya.
Lanjut Joko, bensin tersimpan di botol mineral berukuran 600 ml disimpan di kamar terlapor. Sementara, yang satunya dibawa ke ruangan di tempat kejadian perkara (TKP).
Dalam momen itu, terlapor kemudian menyalakan api. Hingga pada akhirnya, percikan api tersebut menyambar ke mika yang dibalut dengan plastik.
"Kemudian api itu juga menyambar ke botol itu, lalu botol itu tumpah. Akhirnya membakar seluruh kamar itu," lanjutnya.
Terlapor dan seorang santri yang menjadi saksi bernama Yusuf Sapi'i berhasil keluar dari ruangan tersebut. Sementara, tiga santri lainnya terjebak dan gagal melarikan diri.
Load more