- Istimewa
Bapanas Pastikan IPH Beras Masih Terkendali Seiring Stok 5,2 Juta Ton
Sebelumnya, Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan beras sudah tidak lagi menjadi komoditas penyumbang andil inflasi yang terbesar.
"Inflasi beras berhasil diredam dalam 2 tahun terakhir," kata Amran.
Kondisi perberasan nasional dilaporkan masih cukup terkendali. Hal itu terlihat dalam pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyampaikan jumlah kabupaten/kota dengan kenaikan IPH beras telah mengalami penurunan sampai minggu pertama Juli 2026.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyatakan ada 113 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan IPH beras. Kondisi itu mengalami penurunan dibandingkan akhir Juni 2026 yang masih terdapat 138 kabupaten/kota dengan kenaikan IPH beras.
"Ini ada 2 komoditi yang perlu mendapat perhatian, yaitu beras dan minyak goreng, walaupun perubahan IPH-nya itu sudah relatif terjaga rendah. Beras juga mengalami inflasi tetapi tidak terlalu tinggi," papar Deputi BPS Ateng di rapat pengendalian inflasi dikutip di Jakarta pada Rabu (8/7).
"Untuk beras, ini masih ada pada posisi 113 (kabupaten/kota). (Namun) kalau kita lihat dari pergerakan harga untuk IPH beras menurut provinsinya, ini relatif tidak terlalu tinggi," kata Ateng.(ant/ree)