- Istimewa
Menteri UMKM Maman Abdurrahman Minta Perluas Program Pembinaan Kewirausahaan: untuk Hasilkan Entrepreneur Baru
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah berkomitmen terus mendorong perusahaan untuk memperluas program pembinaan kewirausahaan guna melahirkan lebih banyak wirausaha (entrepreneur) baru.
Hal itu disampaikan langsung oleh Menteri Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman di depan calon wirausaha dalam acara Diplomat Success Challenge (DSC) di Jakarta, Kamis (9/7/2026).
Menurutnya, pembinaan tersebut perlu dilakukan melalui pendekatan yang berorientasi pada pengembangan usaha sehingga mampu menciptakan pengusaha yang mandiri.
"Kami dari Kementerian UMKM wajib hadir bersama-sama mendukung dan menyukseskan semakin banyak program seperti ini agar ditiru oleh grup-grup usaha lainnya untuk menghasilkan entrepreneur-entrepreneur baru di tanah air," kata Maman dalam keterangannya, Jumat (10/7/2026).
Dia menilai bahwa semakin banyak perusahaan yang membina calon wirausaha, semakin besar peluang lahirnya pelaku usaha baru yang mampu menciptakan lapangan kerja.
Bahkan setiap entrepreneur yang berhasil mengembangkan usahanya berpotensi menyerap lima hingga 10 tenaga kerja sehingga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Kementerian UMKM sendiri saat ini terus mengembangkan konsep Corporate Business Responsibility (CBR) yang mendorong perusahaan tidak hanya menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), tetapi juga berperan dalam mencetak pengusaha baru melalui pembinaan dan pendampingan usaha.
Dia menjelaskan, pendekatan CBR tersebut berbeda dengan program CSR karena berfokus pada peningkatan kapasitas pelaku usaha agar mampu membangun bisnis secara mandiri dan berkelanjutan.
Pemerintah menargetkan lahirnya 10 juta wirausaha baru hingga 2029 sebagai upaya meningkatkan rasio kewirausahaan nasional sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja.
“Melalui target tersebut, rasio kewirausahaan Indonesia diharapkan naik dari 3,35 persen menjadi 3,6 persen pada 2029,” jelas dia.
Sementara, Presiden Direktur PT Wismilak Inti Makmur, Ronald Walla, menambahkan semakin banyak wirausaha yang mampu menghadirkan solusi dalam menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.
"Indonesia membutuhkan lebih banyak wirausaha yang mampu menciptakan solusi dan lapangan kerja,” beber dia.
Dukungan lainnya terhadap penguatan ekosistem kewirausahaan juga disampaikan Ketua Umum APINDO, Shinta Widjaja Kamdani. Dia menegaskan, UMKM merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia karena menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja, menyumbang lebih dari 60 persen PDB, serta berkontribusi terhadap lebih dari 60 persen total investasi nasional.
Dengan begitu, Shinta berharap dengan banyaknya wirausaha baru dapat menjadi titik awal lahirnya generasi baru founder Indonesia yang mampu menciptakan inovasi sekaligus membuka lapangan kerja.
"Mari kita jadikan masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh wirausaha yang mencari peluang. The future will be built by those who dare to build mereka yang berani untuk membangun," pungkasnya.