- Istimewa
Pesan Terakhir Rachmat Gobel Sebelum Wafat Agar Produk Lokal Mampu Bersaing dengan Barang Impor
Ia menyoroti fenomena aneh di mana biaya membuat komponen di dalam negeri justru kerap kali lebih mahal ketimbang melakukan impor akibat kebijakan tarif yang belum sinkron.
"Misalnya kita bikin komponen dalam negeri, kita lebih baik impor komponen daripada kita bikin komponen dalam negeri. Harmonisasi tarif itu diperlukan," jelas sang taipan.
Selain regulasi yang saling menunjang, Rachmat menjabarkan tiga pilar utama yang wajib dimiliki produk lokal agar bisa menekuk produk Tiongkok di pasar, yaitu inovasi tanpa henti, perluasan jaringan pasar, dan senjata paling ampuh: layanan purnajual (after sales service).
Bagi Rachmat, industri yang menanamkan investasinya di tanah air memiliki tanggung jawab moral jangka panjang untuk merawat kepercayaan masyarakat, hal yang tidak dimiliki oleh para importir nakal.
"Yang harus kita jual adalah kita punya tanggung jawab terhadap para konsumen Indonesia. Konsumen harus kita bangun. Kalau terjadi sesuatu, makanya perlu after sales service harus dibangun karena bagian dari tanggung jawab daripada industri itu sendiri," pungkasnya tegas. Selamat jalan, sang patriot industri nasional.