- tvOnenews - Julio
Ini Kata Polisi Soal Peluang Periksa Jampidsus Terkait Kasus Korupsi dan TPPU
Jakarta, tvOnenews.com - Polda Metro Jaya buka suara soal peluang periksa Jampidsus, Febrie Ardiansyah terkait pengusutan kasus dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang melibatkan PT PLN (Persero), PT Asabri (Persero) dan PT Krakatau Steel.
Dalam hal ini, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, saat ini pihak kepolisian masih melakukan proses penyelidikan perkara tersebut.
"Nanti dalam proses, ini kan masih secara teknis dan materi masih berlangsung, tim masih terus bergerak,” kata Budi, di Polda Metro Jaya, Jumat (10/7/2026).
“Nanti akan kami sampaikan kepada rekan-rekan untuk waktu kapan akan dilakukan pemanggilan, termasuk perkembangan dari perkara yang sedang ditangani," jelasnya.
Selain itu, Budi menerangkan, dalam waktu dekat, pihaknya akan segera mengumumkan tersangka kasus tersebut.
"Dalam waktu dekat kami akan menyampaikan terkait tentang tersangka dalam perkara yang ditangani oleh join investigasi, oleh Kortas dan Polda Metro Jaya," ujar Budi.
Untuk diketahui, Tim Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri dan Polda Metro Jaya telah melakukan penggeledahan terhadap 13 lokasi yang terletak di Jakarta hingga Sentul, dalam rangka pengusutan kasus dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang melibatkan PT PLN (Persero), PT Asabri (Persero) dan PT Krakatau Steel.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengungkapkan dari penggeledahan lokasi tersebut, pihaknya telah memeriksa sebanyak 15 saksi.
“Dari hasil yang ditemukan, termasuk 15 saksi saat ini yang sudah dimintai keterangan, maka penyidik melakukan langkah-langkah pendalaman terkait tentang dugaan tindak pidana korupsi, baik itu suap, gratifikasi, dan pencucian uang,” kata Budi, di Polda Metro Jaya, Jumat (10/7/2026).
Lebih lanjut, Budi menerangkan, dua saksi diantaranya merupakan pegawai cafe de’Clan, kemudian empat saksi lainnya merupakan pegawai money changer.
“Ya, ini untuk eh saksi di Cafe de'Clan itu ada dua orang, yang empat orang money changer, dengan inisial DH, HH, ER, dan RB,” ujarnya.
Kemudian, pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi yang berada di lokasi penggeledahan sebuah rumah di wilayah Gandaria, Jakarta Selatan.