- Tim tvOnenews/Adinda Ratna Safira
Febrie Adriansyah Resmi Mundur dari Jampidsus Usai Berpeluang Diperiksa Polri Terkait Dugaan TPPU
“Nanti akan kami sampaikan kepada rekan-rekan untuk waktu kapan akan dilakukan pemanggilan, termasuk perkembangan dari perkara yang sedang ditangani," jelasnya.
Selain itu, Budi menerangkan, dalam waktu dekat, pihaknya akan segera mengumumkan tersangka kasus tersebut.
"Dalam waktu dekat kami akan menyampaikan terkait tentang tersangka dalam perkara yang ditangani oleh join investigasi, oleh Kortas dan Polda Metro Jaya," ujar Budi.
Untuk diketahui, Tim Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri dan Polda Metro Jaya telah melakukan penggeledahan terhadap 13 lokasi yang terletak di Jakarta hingga Sentul, dalam rangka pengusutan kasus dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang melibatkan PT PLN (Persero), PT Asabri (Persero) dan PT Krakatau Steel.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto mengungkapkan dari penggeledahan lokasi tersebut, pihaknya telah memeriksa sebanyak 15 saksi.
“Dari hasil yang ditemukan, termasuk 15 saksi saat ini yang sudah dimintai keterangan, maka penyidik melakukan langkah-langkah pendalaman terkait tentang dugaan tindak pidana korupsi, baik itu suap, gratifikasi, dan pencucian uang,” kata Budi, di Polda Metro Jaya, Jumat (10/7/2026).
Lebih lanjut, Budi menerangkan, dua saksi diantaranya merupakan pegawai cafe de’Clan, kemudian empat saksi lainnya merupakan pegawai money changer.
“Ya, ini untuk eh saksi di Cafe de'Clan itu ada dua orang, yang empat orang money changer, dengan inisial DH, HH, ER, dan RB,” ujarnya.
Kemudian, pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi yang berada di lokasi penggeledahan sebuah rumah di wilayah Gandaria, Jakarta Selatan.
“Satu saksi lagi di rumah yang di Gandaria atas nama DR. Tadi yang ditanyakan adalah di basis Ditreskrimsus, IK. Termasuk ada satu saksi, termasuk yang itu, driver-nya DR. Serta saksi dari NH, yang tadi malam melakukan penggeledahan, itu saksi atas nama MIL,” ujar Budi.
Selain itu, Budi menyebutkan, pihaknya juga telah memeriksa dua saksi lainnya yang berada di rumah wilayah Sentul, Jawa Barat.
“Dua saksi lagi, security Sentul atas nama R dan A,” ungkap Budi.(ars/raa)