- Dok. Setpres
Prabowo Minta Gubernur hingga Kades Awasi MBG: Lapor TikTok, Tim Langsung Turun
“Rakyat awasi. Rakyat sekarang tidak bodoh, rakyat punya gadget,” katanya.
Presiden juga memberi perhatian khusus terhadap kualitas makanan yang disajikan kepada penerima manfaat. Ia mengingatkan agar pengelola dapur MBG tidak mengurangi porsi maupun kualitas menu demi keuntungan pribadi.
“Negara kaya Amerika satu ayam dipotong empat. Satu orang makan seperempat ayam. Kalau kita satu ayam dipotong delapan atau sepuluh paling kecil. Jangan pula dipotong 18 atau 20,” jelasnya.
Kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang, Prabowo meminta penyajian menu dibuat sederhana namun tetap memenuhi standar gizi. Ia bahkan mencontohkan penyajian telur rebus atau telur ceplok dibanding telur dadar yang berpotensi dicampur dengan bahan lain sehingga mengurangi kandungan gizi.
“Ibu Nanik, jangan bikin telur dadar. (Buat) telur rebus atau ceplok. Kalau dadar biasanya itu dicampur macam-macam. Bisa empat orang makan satu (telur) ayam,” kata Prabowo.
Menurut Prabowo, keberhasilan MBG akan menentukan kualitas generasi Indonesia pada masa depan. Asupan gizi yang cukup sejak usia dini akan memengaruhi perkembangan otak, tulang, dan otot anak sehingga mampu tumbuh menjadi sumber daya manusia yang produktif.
“Dia berkembang sehat. Dia bisa jadi petani yang sehat, dia bisa jadi pekerja yang baik, dia bisa jadi ilmuwan, dia bisa jadi dokter. Kalau dari kecil makannya tidak bagus, dia nanti tidak maksimal,” ujar Prabowo.
Meski demikian, Presiden mengakui masih terdapat sejumlah daerah yang belum menikmati manfaat program MBG. Ia meminta masyarakat bersabar karena pemerintah terus memperluas cakupan program secara bertahap.
“Negara kita besar sekali, pasti ada desa-desa yang belum terima. Saya paham itu,” kata Prabowo. (agr/ree)