- Istimewa
Setahun Hilang usai Pamit Antar Laptop, Ini Ciri-ciri Gadis Semarang Mozza Axillia Gunarsa yang Jejaknya Misterius
Semarang, tvOnenews.com - Seorang gadis asal Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, bernama Mozza Axillia Gunarsa (18) dilaporkan hilang. Ia telah menghilang sejak setahun lalu.
Mozza Axillia Gunarsa menghilang pada Rabu, 25 Juni 2025 sekitar pukul 10.00 WIB. Ia terakhir kali berpamitan kepada keluarga agar diizinkan mengantar laptop.
Hingga kini, gadis asal Semarang tersebut masih belum ditemukan. Meski sudah genap satu tahun, polisi dan keluarga masih terus melakukan berbagai upaya pencarian hingga ke luar Jawa Tengah.
Kabar hilangnya Mozza Axillia Gunarsa pun mendadak viral di media sosial. Publik mengetahui informasi ini setelah melihat poster bermuat wajah gadis berusia 18 tahun itu yang diterbitkan oleh Polres Semarang.
Ciri-ciri Gadis Semarang Mozza Axillia Gunarsa yang Hilang Setahun Lalu
- Istimewa
Dalam poster itu menampilkan beberapa bagian, mulai dari foto, identitas, ciri-ciri hingga kronologi Mozza menghilang.
Adapun identitasnya bernama Mozza Axillia Gunarsa. Gadis tersebut lahir di Kabupaten Semarang pada 20 Juli 2007. Ia menganut agama Islam dan beralamat di Dusun Gebugan, RT 4 RW 01, Desa Gebugan, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.
Ciri-ciri fisik Mozza meliputi tinggi badan 160 cm, berat badan 50 kilogram, warna kulit sawo matang, rambut ikal panjang, mata cokelat.
Ciri-ciri khusus pada Mozza meliputi tahi lalat yang berada di sebelah pipi kanan. Selain itu, ada tanda lahir (Toh) bintik-bintik berwarna cokelat di sebelah pelipis kanan.
Sementara, kronologi dalam poster tersebut menunjukkan bahwa Mozza meninggalkan rumah pada Rabu, 25 Juni 2025. Melalui pesan WhatsApp, ia berpamitan kepada orang tuanya.
Kala itu Mozza akan mengantarkan laptop milik temannya. Gadis tersebut kemudian meminta izin untuk berangkat menuju sekitar kawasan Makodam Semarang.
Selain itu, Mozza juga pergi mengenakan baju putih lengan panjang, hijab, celana berwarna yang tidak diketahui, dan sandal berwarna krem merek Reebok.
Adapun kendaraan dipakai Mozza yakni motor Honda Vario 125 berwarna hitam bernomor polisi H 5344 ALC. Akan tetapi, gadis asal Bergas Semarang tersebut tidak membawa STNK.
Kasatreskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana menyampaikan bahwa, pihaknya langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan. Hal itu terjadi sejak menerima laporan kabar orang hilang bernama Mozza.
Kata Bodia, hingga kini Satreskrim yang bekerja sama dengan Ditreskrimum, Ditressiber, dan Ditres PPA-PPO terus melakukan pencarian melalui proses penyelidikan.
"Yang bersangkutan belum ditemukan. Kasus ini dalam tahap penyelidikan," ujar Bodia dikutip, Sabtu (11/7/2026).
Fakta Baru Hasil Penyelidikan Hilangnya Gadis Semarang
Berdasarkan hasil penyelidikan, alasan untuk mengantarkan laptop ternyata tidak terbukti. Dalam pesannya, temannya berinisial A mengaku bahwa dirinya sama sekali tidak pernah mempunyai janji bertemu dengan Mozza.
Fakta terbaru lainnya mengenai penyelidikan akun media sosial korban. Polisi menelusuri jejak dugaan adanya interaksi dengan Mozza sebelum hilang.
Bodia mengungkapkan bahwa berbagai interaksi dalam ponsel milik Mozza tampaknya sudah direset pabrik. Hal ini menyebabkan polisi sulit melakukan penelusuran lebih dalam.
Sementara, ayah Mozza, Singgih Datya G mengungkap beberapa petunjuk terbaru dari hasil penyelidikan pihak kepolisian. Kata dia, warga yang mengetahui pemberitaan ini melaporkan dirinya melihat motor terakhir kali digunakan putrinya.
"Kalau di sekitar Klaten, ada yang pernah melihat motornya juga beberapa kali di sebuah angkringan," ungkap Singgih saat dihubungi tvOne, Sabtu, 11 Juli 2026.
Singgih menambahkan bahwa, informasi terbaru bahwa posisi Mozza terakhir kali berada di kawasan Jakarta Pusat. Menariknya, putrinya disebut tengah bersama dengan seseorang tidak dikenal (OTK).
"Tapi informasi itu tetap kita sampaikan kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti. Sampai saat ini, kita masih menunggu kabar juga," tambahnya.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto mengatakan bahwa, pihak kepolisian khususnya Polda Jateng dan jajaran terus berkomitmen mengusut laporan orang hilang tersebut secara maksimal.
Artanto menambahkan, polisi mengedepankan penyelidikan yang profesional, objektif, dan berbasis fakta. Tujuannya untuk memudahkan proses pencarian Mozza yang keberadaannya masih belum ditemukan sampai saat ini.
"Setiap informasi yang diterima, sekecil apa pun, akan kami tindak lanjuti secara serius. Tim penyidik terus bekerja menelusuri setiap petunjuk melalui koordinasi lintas kewilayahan, pendalaman barang bukti digital, serta pengembangan informasi dari masyarakat. Kami memastikan proses pencarian tidak berhenti dan seluruh sumber daya yang diperlukan akan terus dioptimalkan untuk menemukan keberadaan korban," kata Artanto.
(hap)