- istimewa - antaranews
Konsep Baru Festival Rontek Pacitan 2026: Ada Panggung Berjalan Sepanjang Jalur Pawai
Jawa Timur, tvOnenews.com - Pemerintah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur mempersiapkan gelaran Festival Rontek Pacitan 2026 dengan menghadirkan konsep baru berupa panggung berjalan yang menjadi salah satu komponen penilaian dalam perlombaan.
Plt Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Pacitan, Adetya Wicaksana Putra mengatakan, konsep baru itu dihadirkan untuk mengembalikan karakter asli rontek sebagai seni pertunjukan berjalan yang dinamis.
"Konsep baru ini sekaligus memberikan ruang lebih luas bagi peserta dalam menampilkan kreativitas sepanjang jalur pawai," kata Adetya, Minggu (12/7/2026).
Bahkan ia jelaskan, bahwa konsep baru itu dihadirkan untuk mengembalikan karakter asli rontek sebagai seni pertunjukan berjalan yang dinamis, sekaligus memberikan ruang lebih luas bagi peserta dalam menampilkan kreativitas sepanjang jalur pawai.
Festival Rontek Pacitan 2026 dijadwalkan digelar pada 17-19 Juli 2026, diikuti peserta dalam dua kategori, yakni umum dan pelajar.
Kategori umum diwakili 12 kecamatan di Kabupaten Pacitan, sedangkan kategori pelajar diikuti perwakilan SMA/SMK.
"Untuk kategori pelajar ada empat peserta tingkat SMA/SMK. Jadi total ada 16 peserta," bebernya.
Menurut Adetya, pada tahun-tahun sebelumnya penilaian Festival Rontek lebih banyak menggunakan panggung diam.
Tahun ini, pihaknya mengurangi jumlah panggung diam dan menambahkan panggung berjalan sebagai bagian dari penilaian.
"Kalau tahun-tahun kemarin kami menyiapkan tiga venue dengan konsep panggung diam, tahun ini dua venue panggung diam ditambah satu panggung berjalan," jelasnya.
Panggung diam pertama berada di titik awal depan Pendopo Kabupaten Pacitan, sedangkan panggung kedua berada di titik akhir depan Tanjung Pinang Motor.
Sementara panggung berjalan disiapkan sepanjang jalur dari SMP Negeri 2 Pacitan hingga perempatan Penceng.
"Rontek merupakan pertunjukan berjalan. Dengan konsep ini peserta bisa mengeluarkan seluruh atraksi, kreasi, dan seni budayanya sepanjang perjalanan," katanya.
Meski panggung berjalan mulai masuk dalam komponen penilaian, porsi terbesar penilaian masih berada pada panggung diam. Namun peserta tetap didorong memaksimalkan kreativitas di seluruh rangkaian pertunjukan.
"Untuk panggung diam masih mendominasi persentase penilaian, tetapi panggung berjalan juga tetap memiliki komponen penilaian," ungkapnya.
Dalam Festival Rontek Pacitan 2026, panitia menyiapkan lima orang juri. Empat di antaranya berasal dari luar Kabupaten Pacitan, sedangkan satu orang berasal dari lokal Pacitan.
Adetya berharap Festival Rontek Pacitan 2026 mampu menjadi daya tarik wisata sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.
"Selain memiliki alam yang indah, Kabupaten Pacitan juga punya agenda budaya yang tidak kalah menarik," pungkasnya. (ant/aag)