news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie.
Sumber :
  • Tim tvOnenews/Abdul Gani Siregar

Tesla hingga Boeing Gunakan Komponen RI, Kadin Bidik Potensi Ekspor Senilai US$240 Miliar

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersiap meluncurkan buku We Buy From Indonesia sebagai etalase kemampuan industri nasional sekaligus alat promosi untuk memperluas pasar ekspor
Selasa, 14 Juli 2026 - 13:10 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersiap meluncurkan buku We Buy From Indonesia sebagai etalase kemampuan industri nasional sekaligus alat promosi untuk memperluas pasar ekspor.

Buku tersebut akan menampilkan puluhan perusahaan global yang selama ini menggunakan produk dan komponen buatan Indonesia dalam rantai pasok mereka.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie mengatakan, buku tersebut dijadwalkan resmi diluncurkan pada 8 Agustus 2026. Publikasi ini diharapkan menjadi sarana untuk memperkenalkan kekuatan industri nasional kepada calon pembeli dan investor dari berbagai negara.

“Kami akan luncurkan (buku We Buy From Indonesia) pada tanggal 8 Agustus. Dan di sini ada contoh 80 perusahaan-perusahaan dunia, dari Tesla, dari IKEA, dari Uniqlo yang sudah melakukan pembelian di Indonesia untuk komponennya,” jelas dia, di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Selasa (14/7/2026).

Anindya menjelaskan, buku tersebut disusun dalam tiga bahasa, yakni Indonesia, Inggris, dan Mandarin. Selain menampilkan perusahaan-perusahaan global yang membeli produk Indonesia, publikasi itu juga memuat informasi mengenai produsen nasional yang menjadi pemasok sehingga memudahkan calon pembeli menjalin kemitraan bisnis.

Melalui buku tersebut, Kadin ingin memperluas pengenalan produk Indonesia di pasar internasional agar semakin banyak perusahaan global yang menjadikan Indonesia sebagai bagian dari rantai pasok mereka.

“Nah, tugas kami tentu untuk mempromosikan ini, supaya makin banyak lagi yang ‘We Buy From Indonesia’. Dan semakin banyak lagi juga tentu eksportir kita yang diperjuangkan oleh Pak Mendag, Bu Wamendag setiap hari,” jelas dia.

Anindya mengungkapkan, potensi ekspor Indonesia sebenarnya jauh lebih besar dibandingkan komoditas yang selama ini mendominasi perdagangan luar negeri.

“Angkanya itu kurang lebih sekitar US$300 miliar, dan US$60 miliar sudah banyak dibicarakan mengenai batu bara, palm oil, maupun juga apa namanya besi ya,” beber dia.

“Tapi sisanya itu juga sangat besar tentu saja, US$240 miliar, dan banyak sekali melibatkan perusahaan-perusahaan di bawah anggota Kadin,” lanjutnya.

Untuk memastikan data yang disajikan memiliki kredibilitas tinggi, Kadin menggandeng akademisi dari Harvard University dalam penyusunan buku tersebut. Kajian itu dilakukan agar potensi ekspor Indonesia tidak hanya dilihat dari komoditas unggulan, tetapi juga dari ribuan produk industri yang selama ini menjadi bagian penting dalam rantai pasok global.

“Dan di sini juga kami bekerja sama dengan Harvard University, profesornya, untuk melihat angka-angka tadi. Supaya angka-angka tadi itu benar-benar melambangkan bukan saja bisnis-bisnis besar atau produk-produk yang sudah diketahui, tapi juga contohnya produk-produk lain,” tegas dia.

Anindya mencontohkan, banyak komponen kecil yang diproduksi di Indonesia ternyata telah digunakan oleh industri otomotif hingga kedirgantaraan dunia.

“Misalnya kita lihat di dalam mobil itu banyak sekali kecil-kecil di sini yang memang ya bisa dibilang komponennya itu dari Indonesia, bahkan Boeing pun juga,” tandas Anindya. (agr/ree)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:44
02:15
03:17
05:38
09:17
01:20

Viral