- istimewa - antaranews
Mentan Amran: Kopi Gayo 'Menggetarkan Dunia', Target Ekspor Perkebunan Rp200 Triliun
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong pengembangan Kopi Gayo sebagai komoditas unggulan nasional yang mampu meningkatkan ekspor sekaligus memperkuat kesejahteraan petani melalui peningkatan produksi berkelanjutan di Aceh.
"Kita bangun Aceh, sejahterakan petani lewat Kopi Gayo yang sudah mendunia. Tinggal kita dorong sekarang agar mendongkrak ekspor," kata Mentan dalam kunjungan kerja di kawasan pembibitan kopi di Desa Rimba Raya, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Selasa.
Menurut Amran pengembangan kopi di Aceh telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan petani dengan nilai ekonomi mencapai sekitar Rp4 triliun berdasarkan laporan pemerintah daerah setempat.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wakil Gubernur Aceh, para bupati, khususnya Bupati Bener Meriah, Bupati Aceh Tengah, Gayo Lues. Nah ini tiga-tiga luar biasa hasil kerja kita. Kopi, kita tanam kopi, laporannya Pak Bupati tadi itu bisa meningkatkan pendapatan petani, pekebun di sini Rp4 triliun," ujar Amran.
Amran menjelaskan pemerintah telah mendukung penanaman kopi seluas sekitar 17.000 hektare di daerah itu dengan total sekitar 17 juta batang yang tersebar di berbagai wilayah sentra produksi Aceh.
Menurut Amran, pemerintah akan melanjutkan pengembangan kebun kopi pada tahun depan dengan syarat tanaman yang telah ditanam dirawat secara optimal sehingga produktivitas terus meningkat.
Ia mengapresiasi jajaran Kementerian Pertanian di Aceh yang dinilai berhasil mengawal pembibitan dan pendampingan petani sehingga menghasilkan pertumbuhan tanaman kopi yang berkualitas baik.
Amran juga menyampaikan penghargaan kepada para penyuluh pertanian yang terus mendampingi petani dalam setiap tahapan budidaya sehingga pengembangan Kopi Gayo berjalan sesuai harapan pemerintah.
Menurut Amran, kualitas Kopi Gayo telah diakui pasar internasional sehingga memiliki peluang besar memperluas pangsa ekspor sekaligus memperkenalkan cita rasa kopi Indonesia kepada masyarakat dunia.
Ia optimistis pengembangan Kopi Gayo secara berkelanjutan akan memberikan kontribusi lebih besar terhadap peningkatan ekspor komoditas perkebunan nasional sekaligus memperkuat kesejahteraan petani Aceh.
Amran menyebut nilai ekspor komoditas perkebunan nasional pada tahun 2025 mencapai sekitar Rp40 triliun dan masih memiliki ruang tumbuh yang besar melalui penguatan berbagai komoditas unggulan, termasuk Kopi Gayo.