- Puspen TNI
Satgas PRR Genjot Pemulihan Pascabencana di Sumut, Letjen Richard Tampubolon Pastikan Penyintas Segera Punya Huntap
Menurutnya, pemerintah telah menyelesaikan dokumen rencana induk rehabilitasi dan rekonstruksi yang menjadi dasar pelaksanaan pembangunan di daerah terdampak bencana.
"Kita sesuai dengan arahan dan perintah dari Bapak Presiden dan Kasatgas. Saat ini dokumen rencana induk rehabilitasi dan rekonstruksi telah selesai disusun dan menjadi acuan pelaksanaan di lapangan," ujarnya.
Pembangunan kawasan Huntap di Padang Sidimpuan akan mencakup 1.133 unit rumah yang dibangun di atas lahan seluas sekitar 27 hektare dan berharap seluruh proses pembangunan dapat berjalan sesuai rencana melalui kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, TNI, Polri, dunia usaha, serta dukungan masyarakat.
"Semoga seluruh proses pembangunan berjalan lancar melalui kerja sama lintas sektoral, budaya gotong royong, supervisi yang baik, kolaborasi, serta semangat kebersamaan bersama masyarakat," tutupnya.
Tinjau Huntara hingga Jembatan Garoga
Usai menghadiri groundbreaking, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Tapanuli Selatan. Dari Helipad Yonif 123/Rajawali, rombongan terbang ke Helipad PTPN IV Batang Toru sebelum meninjau kawasan hunian sementara (Huntara) dan lokasi pembangunan Huntap di Desa Hapesongan, Kecamatan Batang Toru.
Dalam kesempatan itu, Letjen Richard juga menyerahkan bantuan sembako kepada 214 kepala keluarga calon penghuni Huntap. Kunjungan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan Jembatan Garoga di Kabupaten Tapanuli Selatan.
Richard mengungkapkan hingga kini masih terdapat 214 kepala keluarga yang menempati hunian sementara di Desa Perkebunan Hapesong eks PTPN IV. Seluruh warga tersebut berasal dari Desa Simatohir, Kecamatan Angkola Sangkunur, dan Desa Panobasan Lombang, Kecamatan Angkola Barat.
Letjen Richard mengatakan, pembangunan kawasan Huntap ini akan dilaksanakan di atas lahan seluas kurang lebih 5 hektare dengan kapasitas sebanyak 227 unit rumah. Pembangunan tersebut dilaksanakan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung percepatan penyediaan hunian bagi masyarakat terdampak bencana.
“Atas nama TNI dan seluruh jajaran yang terlibat dalam Satgas PRR, Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia beserta seluruh pihak yang telah menunjukkan kepedulian dan komitmen nyata dalam membantu masyarakat,” ucapnya.
Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, progres pembangunan menunjukkan perkembangan yang baik. Pematangan lahan pada Blok A telah selesai dan siap memasuki tahap konstruksi fisik. Untuk Blok C masih dalam proses pematangan lahan yang terus dipercepat oleh tim teknis agar seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai target.