news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Wakil Ketua 1 Satgas PRR, Letjen TNI Richard Tampubolon, meninjaun Padang Sidimpuan dan Tapanuli Selatan, Sumut..
Sumber :
  • Puspen TNI

Satgas PRR Genjot Pemulihan Pascabencana di Sumut, Letjen Richard Tampubolon Pastikan Penyintas Segera Punya Huntap

Satgas PRR mempercepat pembangunan Huntap di Padang Sidimpuan dan Tapanuli Selatan, Sumut. Sebanyak 1.133 rumah ditargetkan dibangun untuk mempercepat pemulihan.
Selasa, 14 Juli 2026 - 20:42 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Ketua 1 Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, Letjen TNI Richard Tampubolon menggelar kunjungan kerja ke wilayah Kota Padang Sidimpuan dan Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara, Selasa (14/7/2026).

Kunjungan tersebut untuk memastikan percepatan pembangunan hunian tetap (Huntap) serta penanganan pascabencana untuk penyintas bencana di Sumut berjalan sesuai rencana.

Rangkaian kunjungan diawali dengan keberangkatan Letjen Richard dan rombongan dari Lanud Halim Perdanakusuma menggunakan pesawat Boeing A7304 TNI AU menuju Bandara Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara. Dari sana, rombongan melanjutkan perjalanan dengan helikopter menuju Helipad Yonif 123/Rajawali sebelum menghadiri groundbreaking pembangunan Huntap di bekas lahan PTPN IV, Desa Palopat Pijorkoling, Kecamatan Padang Sidimpuan Tenggara.

Letjen Richard menjelaskan kawasan Huntap tersebut dibangun di Desa Pal IV Pijorkoling dan Huta Koje Pijorkoling dengan luas sekitar 27 hektare. Sebanyak 15 hektare dialokasikan untuk pembangunan rumah, 7,5 hektare untuk fasilitas umum dan jaringan jalan, serta 4,5 hektare menjadi ruang terbuka hijau.

Berdasarkan dokumen rencana induk rehabilitasi dan rekonstruksi (Renduk RR), kawasan tersebut dirancang mampu menampung sebanyak 1.133 unit hunian tetap.

“Keberhasilan pembangunan ini merupakan bukti nyata sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Semula pembangunan massal direncanakan berlangsung pada tahun 2027, namun atas permohonan percepatan dari Pemerintah Kota Padang Sidimpuan serta berkat dukungan berbagai pihak, pembangunan berhasil dimajukan menjadi tahun 2026,” ungkapnya dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (14/7/2026).

Sebagai tahap awal percepatan tersebut, sebanyak 200 unit hunian akan segera dibangun pada tahun ini, terdiri atas 100 unit dengan dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan 100 unit melalui dukungan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

“Seluruh upaya ini terwujud melalui kolaborasi yang erat antara Satgas PRR, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, serta seluruh pihak terkait yang memiliki komitmen yang sama untuk mempercepat pemulihan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut Letjen Richard mengatakan pembangunan Huntap merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia serta Satgas PRR Pascabencana.

Menurutnya, pemerintah telah menyelesaikan dokumen rencana induk rehabilitasi dan rekonstruksi yang menjadi dasar pelaksanaan pembangunan di daerah terdampak bencana.

"Kita sesuai dengan arahan dan perintah dari Bapak Presiden dan Kasatgas. Saat ini dokumen rencana induk rehabilitasi dan rekonstruksi telah selesai disusun dan menjadi acuan pelaksanaan di lapangan," ujarnya.

Pembangunan kawasan Huntap di Padang Sidimpuan akan mencakup 1.133 unit rumah yang dibangun di atas lahan seluas sekitar 27 hektare dan berharap seluruh proses pembangunan dapat berjalan sesuai rencana melalui kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, TNI, Polri, dunia usaha, serta dukungan masyarakat.

"Semoga seluruh proses pembangunan berjalan lancar melalui kerja sama lintas sektoral, budaya gotong royong, supervisi yang baik, kolaborasi, serta semangat kebersamaan bersama masyarakat," tutupnya.

Tinjau Huntara hingga Jembatan Garoga

Usai menghadiri groundbreaking, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Tapanuli Selatan. Dari Helipad Yonif 123/Rajawali, rombongan terbang ke Helipad PTPN IV Batang Toru sebelum meninjau kawasan hunian sementara (Huntara) dan lokasi pembangunan Huntap di Desa Hapesongan, Kecamatan Batang Toru.

Dalam kesempatan itu, Letjen Richard juga menyerahkan bantuan sembako kepada 214 kepala keluarga calon penghuni Huntap. Kunjungan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan Jembatan Garoga di Kabupaten Tapanuli Selatan.

Richard mengungkapkan hingga kini masih terdapat 214 kepala keluarga yang menempati hunian sementara di Desa Perkebunan Hapesong eks PTPN IV. Seluruh warga tersebut berasal dari Desa Simatohir, Kecamatan Angkola Sangkunur, dan Desa Panobasan Lombang, Kecamatan Angkola Barat.

Letjen Richard mengatakan, pembangunan kawasan Huntap ini akan dilaksanakan di atas lahan seluas kurang lebih 5 hektare dengan kapasitas sebanyak 227 unit rumah. Pembangunan tersebut dilaksanakan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung percepatan penyediaan hunian bagi masyarakat terdampak bencana.

“Atas nama TNI dan seluruh jajaran yang terlibat dalam Satgas PRR, Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia beserta seluruh pihak yang telah menunjukkan kepedulian dan komitmen nyata dalam membantu masyarakat,” ucapnya.

Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, progres pembangunan menunjukkan perkembangan yang baik. Pematangan lahan pada Blok A telah selesai dan siap memasuki tahap konstruksi fisik. Untuk Blok C masih dalam proses pematangan lahan yang terus dipercepat oleh tim teknis agar seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai target.

“Saya berharap seluruh pihak dapat terus menjaga koordinasi, memperkuat sinergi, dan mengedepankan kualitas pekerjaan sehingga setiap rumah yang dibangun benar-benar memenuhi standar keamanan, kenyamanan, dan ketahanan terhadap risiko bencana,” kata Jenderal Bintang Tiga yang juga menjabat sebagai Kasum TNI.

Yang tidak kalah penting adalah memastikan bahwa kawasan hunian ini tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga menjadi lingkungan yang mampu mendukung kehidupan masyarakat secara berkelanjutan.

“Saya berharap Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan bersama Kementerian dan Lembaga terkait terus mengintegrasikan berbagai program pemberdayaan masyarakat, mulai dari penyediaan sarana prasarana, pengembangan ekonomi, peningkatan keterampilan, hingga penciptaan lapangan usaha. Dengan demikian, kawasan Huntap Hapesong dapat tumbuh menjadi kawasan permukiman yang mandiri, produktif, dan sejahtera,” kata Wakil Ketua 1 Satgas PRR.

Turut serta dalam kunjungan tersebut diantaranya, Marsda TNI M. Nurdin, Rony Ariuly Hutahayan (Deputi IV Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan), Syamsiar Nurhayadi (Direktur Bina Teknik Perumahan dan Kawasan Permukiman Kemen PKP), Gatot Sukmara (Direktur Pembangunan Jembatan Kemen PU), Masryani Mansyur (Plt. Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos), Nelwan Harahap, (Direktur Penanganan Darurat Wilayah III BNPB). (rpi)

 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:44
02:15
03:17
05:38
09:17
01:20

Viral