news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Terungkap! Pelajar MAN 3 Padang Diduga Belajar Merakit Bom dari Internet, Polisi Dalami Motif Perundungan.
Sumber :
  • Mediahub Polri

Polisi Sebut Proses KBM di MAN 3 Padang Kembali Normal, Masih Ada Pendampingan Psikologis Pasca Ledakan

Polisi menuturkan, proses belajar dan mengajar di MAN 3 Padang, sudah kembali normal pasca insiden ledakan bom rakitan yang terjadi pada Selasa (14/7/2026) lalu.
Kamis, 16 Juli 2026 - 16:37 WIB
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Polisi menuturkan, proses belajar dan mengajar di MAN 3 Padang, sudah kembali normal pasca insiden ledakan bom rakitan yang terjadi pada Selasa (14/7/2026) lalu.

“Sudah, sudah berjalan normal (belajar mengajar). Karena kan ada beberapa hal yang sudah dilakukan oleh Polri ya. Pertama membentuk tim Olah TKP gabungan dari brimob, krimum Polda Sumbar, dari Polresta Padang, kemudian Densus 88 juga. Itu sudah turun juga ke TKP disaat pas kejadian,” kata Kabid Humas Polda Sumatera Barat, Kombes Susmelawati Rosya, kepada wartawan, Kamis (16/7/2026).

Namun, Rosya menyebutkan, saat ini pemeriksaan terhadap pelajar yang melakukan peledakan bom masih berjalan.

Kemudian pihak kepolisian juga masih fokus memberikan pendampingan psikologis terhadap para korban.

“Saat ini masalah pemeriksaan sedang berjalan. Penetapan (status) itu belum ada, karena fokus saat ini adalah pemulihan bagi korban. Pemulihan atau pendampingan psikologis bagi korban menjadi hal yang paling utama,” ucap Rosya.

“Yang kedua juga ada pemulihan untuk anak-anak sekolah. Jadi dari Polsek kemarin sudah dilakukan trauma healing oleh Kapolsek-nya ke sekolah,” sambungnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sumatera Barat, Kombes Susmelawati Rosya mengatakan, pelajar berinisial R (17) yang meledakan bom rakitan tersebut merupakan korban bullying. Diduga sering menjadi objek ejekan rekan-rekannya.

“Iya betul korban bullying, karena tekanan psikologi sering jadi objek ejekan teman-temannya ya dia berbuat seperti itu. Dia (pelaku) merasa dirinya kerap menjadi objek bully sama teman-temannya, jadi masalah psikologis yang mendalam karena menjadi korban bullying,” kata Susmelawati, kepada wartawan, Selasa (14/7/2026).

Sementara itu, Susmelawati menyebutkan terduga pelaku melancarkan aksinya lantaran hendak membalas rekan-rekannya yang melakukan pembullyan.

“Yang jelas korban bullying ya, karena ibu ke lapangan tadi kan tekanan psikologis sehingga dia membalas anak-anak teman sekolahnya,” ucapnya.

Kemudian Susmelawati mengatakan, saat ini pihaknya lebih fokus kepada pengamanan dan pemulihan anak dahulu. 

“Atensi juga takut si anak terpapar, mwka dibawa sore ini ke polresta untuk pemeriksaan selanjutnya. Kita fokus pemulihan anak karena si anak melakukan itu bukan jaringan seperti yang kita pikirkan ya, dan kita melakukan pemulihan ke arah lain takut terpapar lebih parah,” jelasnya.(ars/raa)
 

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:35
01:10
01:48
08:00
01:13
06:45

Viral