- Antara
Open BO Berujung Pemerasan, Kenapa AI Menjadi Tujuan Cewek usai Buat ASN BPN Lompat dari Lantai 12 Apartemen?
Isi pertanyaan tersebut, yakni "Berapa hari kita akan dipanggil ke kantor polisi sebagai saksi dari waktu kejadian?."
Tersangka juga sempat bertanya terkait kesaksian melihat orang bunuh diri. Pasalnya, FR mengetahui pasti dirinya akan dipanggil oleh pihak kepolisian.
"Kalau ada orang bunuh diri, kita di TKP, berapa lama kita dipanggil?," tanya FR kepada AI Dola.
Ia mengirim pertanyaan lain terkait seputar kondisi keamanannya pasca kasus dugaan ASN BPN melompat dari lantai 12 sebuahh apartemen.
"Kalau satu minggu setelah kejadian, kita tidak dipanggil oleh polisi, apakah kita sudah di posisi aman atau belum?," tanya cewek itu lagi.
Ia tampaknya sangat panik. Dugaan aksi pemerasan berujung membuat seorang ASN tewas mempengaruhi mentalnya sehingga meminta saran agar bisa tenang saat berhadapan dengan polisi terutama pada hukum.
"Gimana cara supaya tenang menghadapi nanti kalau kita dipanggil polisi?," tanya FR lagi.
Peristiwa ASN diduga melompat dari lantai 12 bermula saat korban datang dari Kabupaten Nias ke Kota Medan. Kehadirannya untuk menjalankan tugas mengambil Surat Keputusan ASN-nya.
Pada Kamis (9/7/2026), Adrian menyampaikan bahwa korban awalnya datang dari Kabupaten Nias ke Kota Medan. Tujuannya tidak lain untuk mengambil Surat Keputusan (SK) status ASN diemban olehnya.
Di hari yang sama, korban menyempatkan sewa untuk menginap di apartemen tersebut. ASN BPN Nias itu mendapat jatah di lantai 12 apartemen.
Korban kemudian memberikan kabar lewat teleponan dengan pacarnya. Seusai itu, korban juga menyempatkan untuk membuka MiChat sebagai aplikasi awal mula kejadian tersebut.
Korban membuka aplikasi MiChat untuk mencari wanita yang akan disewanya. Pada Jumat (10/7/2026), sekitar pukul 00.30 WIB, korban membuka aplikasi tersebut agar bisa mencari wanita disewanya.
Pada pukul 03.30 WIB, korban sempat melakukan komunikasi dengan pelaku FR lewat aplikasi tersebut. Hal ini mendorong pelaku inisiatif mendatangi hotel tersebut ditemani oleh JS.
"Pukul 04.21 WIB, kedua tersangka ini tiba di hotel dan menunggu di lobby. Lalu, pukul 04.23 WIB, korban dari lantai atas menjemput si kedua tersangka di lobby," tuturnya.