- Antara
Open BO Berujung Pemerasan, Kenapa AI Menjadi Tujuan Cewek usai Buat ASN BPN Lompat dari Lantai 12 Apartemen?
Ketiganya pun memasuki kamar yang telah disewa. Menariknya, korban menolak berhubungan badan lantaran foto dipakai pelaku FR berbeda dari aplikasi kencan tersebut.
Korban pun memutuskan untuk berhubungan badan dengan pelaku inisial JS. Sementara, FR keluar dari kamar hotel melalui pintu belakang sekitar pukul 04.31 WIB.
Menariknya, FR meminta uang cancel. Permintaan kepada korban lantaran tidak melakukan hubungan intim sehingga harus dikenakan denda sebesar Rp400 ribu.
Adapun pelaku JS menyampaikan tarif berhubungan badan dengannya. Tersangka memasang banderol upah dari tindakan asusila ini harus dibayar sebesar Rp850 ribu.
Korban sempat mengirim uang permintaan tersebut ke dalam rekening yang telah diberikan oleh pelaku FR. Adapun aksi tak senonohh korban dan JS diperkirakan mencapai 10 menit.
Korban pun sempat meminta pelayanan tambahan setelah selesai dari aksi pertama. Permintaan ini memang sebenarnya belum terjadi adanya kesepakatan sebelumnya sehingga membuat JS memanggil FR untuk masuk ke dalam hotel.
"Nah, di situ mereka meminta uang tambahan sebesar Rp4,5 juta untuk adegan tambahan tadi. Ini kan berarti empat kali lipat dari harga awalnya yang hanya Rp850 ribu.
Korban melakukan penolakan karena tak lepas dari jumlahnya begitu besar. Akan tetapi, para pelaku terus mendesak korban untuk membayar uang dengan jumlah tersebut.
Para pelaku juga sempat melakukan pemaksaan. Mereka ingin mengetahui dan melihat saldo rekening korban terpasang di ponselnya.
"Kamar itu ada balkon, balkonnya itu sekitar satu menit jaraknya dari pintu kamar," papar Adrian.
Adrian menambahkan, para pelaku selalu mendesak korban. ASN tersebut diminta menunjukkan saldo rekening di ponselnya.
Korban mulai merasa adanya desakan dari kedua perempuan tersebut. ASN BPN Nias itu berinisiatif dirinya memberikan ancaman balik dengan melompat dari atas.
Menariknya, para pelaku tidak melarang korban melakukan pengancaman tersebut. Keduanya bahkan mempersilakan korban melompat jika tidak kuat membayar uang tambahan tersebut.
Ucapan tersebut tampaknya benar-benar mengejutkan. Korban pun melompat dari apartemen sehingga berujung meeninggal dunia.
"Prosesnya mulai dari minta Rp4,5 juta, mendesak, memeras, itu cepat prosesnya, sekitar 3 menit