- Tangkapan layar
Sungai Ciwidey Menghitam Diduga Tercemar Limbah, Dedi Mulyadi Murka: Ngaku atau Tidak Ngaku Pasti Kita Proses
Jakarta, tvOnenews.com - Aliran Sungai Ciwidey di kawasan Leuwi Kuray menghitam diduga akibat tercemar limbah.
Tak main-main, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti dugaan pencemaran lingkungan ini.
Bahkan, pria yang kerap dipanggil Kang Dedi Mulyadi atau KDM ini menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menerjunkan tim ke lokasi untuk mengambil sampel air dan mengidentifikasi pihak yang diduga membuang limbah ke sungai.
KDM meminta pelaku bertanggung jawab atas dugaan pencemaran tersebut.
Dia tidak segan-segan akan memproses hukum siapa pun yang terbukti membuang limbah hingga merusak lingkungan.
“Ayo siapa yang buang limbah sampai menghitam begitu di Leuwi Kuray, Sungai Ciwidey? Ngaku atau tidak ngaku pasti kita proses,” ujarnya dikutip Minggu (19/7/2026).
KDM mengatakan diterjunkannya tim dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat ke lokasi untuk melakukan pengambilan sampel merupakan langkah awal penyelidikan.
Nantinya, sambung dia, hasil pemeriksaan akan digunakan untuk mengidentifikasi sumber pencemaran.
“Tim kita sudah berada di lokasi sekarang, sudah mengambil sampelnya. Nanti juga akan teridentifikasi siapa yang membuang limbahnya,” tegasnya.
Dia lantas mengingatkan bahwa sungai dan ekosistem harus dijaga karena menjadi sumber kehidupan masyarakat.
KDM lagi-lagi mengingatkan pelaku usaha agar tidak hanya mengejar keuntungan tanpa memperhatikan dampak terhadap lingkungan.
“Jangan rusak sungai, jangan rusak ekosistem, jangan mau untungnya sendiri. Limbah harus dikelola dengan IPAL yang baik. Jangan main buang begitu saja,” imbaunya.
Dia berharap tidak ada lagi praktik pembuangan limbah sembarangan yang merusak kualitas sungai dan mengancam kehidupan masyarakat.
“Semoga semua warga Jawa Barat dan seluruh industri di Jawa Barat memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan dan tidak merusaknya,” harapnya. (nsi)