news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri PU Dody Hanggodo.
Sumber :
  • tvOnenews/Aldi Herlanda

Menteri Dody Buka-bukaan Masalah Serius di Internal Kementerian PU, Sebut Berbagai Kasus dari Judol hingga Korupsi

Menteri PU membeberkan menerima berbagai laporan yang tidak hanya berkaitan dengan dugaan penyimpangan anggaran, tetapi juga menyangkut pelanggaran disiplin dan etik.
Selasa, 21 Juli 2026 - 19:23 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Di tengah berbagai sorotan, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo buka-bukaan soal sejumlah masalah serius yang terjadi di Kementerian PU yang dipimpinnya.

Hal itu Dody sampaikan saat membahas mengenai mekanisme pengawasan internal di kementeriannya yang saat ini diperkuat melalui sistem whistleblowing yang laporannya langsung masuk.

Menurut Menteri PU, laporan itu menjadi salah satu dasar bagi pihaknya untuk menindaklanjuti berbagai dugaan pelanggaran yang dilakukan aparatur, mulai dari pelanggaran etik hingga dugaan tindak pidana korupsi.

Sebagaimana diketahui, Kementerian PU akhir-akhir ini santer menjadi sorotan terkait dengan berbagai isu, khususnya mengenai dinamika internal.

“Ada whistleblowing. Saya suruh cek. Yang ngecek tentu Inspektorat Jenderal,” kata Menteri Dody dalam sebuah podcast AkbarFaizalUncensored, dikutip di Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Ia menjelaskan setiap laporan yang diterima tidak serta-merta diproses. Inspektorat Jenderal terlebih dahulu melakukan verifikasi untuk memastikan terdapat bukti awal sebelum perkara diteruskan.

“Kalau memang sudah ada bukti awalnya kita teruskan. Kalau enggak ada bukti awalnya ya enggak kita teruskan, buat apa buang-buang waktu,” ujarnya.

Selanjutnya Menteri Dody menyebutkan, laporan yang masuk melalui mekanisme whistleblowing tidak hanya berkaitan dengan dugaan penyimpangan anggaran, tetapi juga menyangkut pelanggaran disiplin dan etik.

“Ada macam-macam. Yang lain-lain, absensi, judi online,” ungkap dia.

Lebih jauh Menteri Dody mengatakan, salah satu laporan yang diverifikasi Inspektorat Jenderal bahkan berujung pada dugaan tindak pidana dan kini telah ditangani Kejaksaan Tinggi.

Ia mengakui kondisi internal Kementerian PU saat ini masih menghadapi persoalan yang cukup berat. Karena itu, ia mengaku kerap melakukan pergantian pejabat sebagai bagian dari pembenahan organisasi.

“Sangat serius, sangat-sangat serius. Makanya kemudian saya harus sering gonta-ganti orang,” terang Menteri Dody.

Meski demikian, ia menegaskan fokus utamanya bukan pada individu, melainkan memperkuat institusi Kementerian PU agar memiliki tata kelola yang lebih baik.

“Saya enggak terlalu peduli orang per orang di PU. Saya pedulinya kementerian PU-nya. Saya maunya kementerian PU ini lebih kokoh lagi, lebih bersinar lagi dari tahun ke tahun,” tutur Menteri Dody menegaskan.

Sederet Tersangka Korupsi Pejabat dan Pegawai Kementerian PU

Berdasarkan data Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, ada sederet pejabat/ ASN Kementerian PU yang menjadi tersangka sepanjang 2024–Juli 2026. Berikut di antaranya:

1. DP

* Jabatan saat perkara: Dirjen Sumber Daya Air.
* Unit kerja: Ditjen SDA.
* Jenis perkara: Pemerasan, suap, gratifikasi, dan penyalahgunaan kewenangan dalam beberapa proyek SDA.
* Nilai kerugian/suap: Suap/gratifikasi sekitar Rp2 miliar ditambah 2 mobil, terkait klaster Rp16 miliar.
* Status penahanan: Ditahan selama 20 hari di Rutan Kejari Jakarta Selatan.

2. YRW

* Jabatan saat perkara: Mantan Plt Direktur Irigasi dan Rawa.
* Unit kerja: Ditjen SDA.
* Jenis perkara: Pemerasan dan suap terkait proyek di Ditjen SDA.
* Nilai kerugian/suap: Bagian dari klaster sekitar Rp2 miliar suap/gratifikasi.
* Status penahanan: Ditahan (dirilis sebagai tersangka dan ditahan oleh Kejati DKI).

3. RS

* Jabatan saat perkara: Sekretaris Ditjen Cipta Karya.
* Unit kerja: Ditjen Cipta Karya.
* Jenis perkara: Korupsi pelaksanaan anggaran belanja rutin dan rekayasa proyek fiktif.
* Nilai kerugian: Kerugian negara lebih dari Rp16 miliar (klaster Cipta Karya).
* Status penahanan: Ditahan selama 20 hari di Rutan Cipinang.

4. AS

* Jabatan saat perkara: PPK Sekretariat Ditjen Cipta Karya.
* Unit kerja: Ditjen Cipta Karya.
* Jenis perkara: Korupsi pelaksanaan anggaran belanja rutin dan proyek fiktif.
* Nilai kerugian: Termasuk dalam klaster lebih dari Rp16 miliar.
* Status penahanan: Ditahan selama 20 hari di Rutan Cipinang.

5. SKN

* Jabatan saat perkara: Pegawai Sekretariat Ditjen Cipta Karya.
* Unit kerja: Ditjen Cipta Karya.
* Jenis perkara: Korupsi pelaksanaan anggaran belanja rutin dan rekayasa proyek fiktif.
* Nilai kerugian: Termasuk dalam klaster lebih dari Rp16 miliar.
* Status penahanan: Ditahan selama 20 hari di Rutan Kelas I Cipinang.

6.MT

* Jabatan saat perkara: Pegawai Sekretariat Ditjen Cipta Karya.
* Unit kerja: Ditjen Cipta Karya.
* Jenis perkara: Korupsi pelaksanaan anggaran belanja rutin.
* Nilai kerugian: Termasuk dalam klaster lebih dari Rp16 miliar.
* Status penahanan: Ditahan selama 20 hari di Rutan Kelas I Cipinang. (rpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:28
02:23
01:37
04:43
04:30
05:26

Viral