Anggaran Sekolah Rakyat 2027 Jebol Rp71,5 Triliun, Kapasitas Siswa Diusulkan Naik Lebih dari 2 Kali Lipat
- istimewa - antaranews
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah menyiapkan anggaran besar untuk pembangunan Sekolah Rakyat pada 2027. Namun, rencana peningkatan kapasitas siswa membuat kebutuhan anggaran program tersebut melonjak jauh di atas pagu yang telah tersedia.
Alokasi anggaran untuk Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum pada 2027 mencapai Rp32,57 triliun. Dari total anggaran tersebut, sebagian besar dialokasikan untuk pembangunan Sekolah Rakyat.
Plt. Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum Kuswara menyampaikan rincian tersebut dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi V DPR RI, Kamis (10/9/2026).
“Dari total Pagu Anggaran Ditjen Prasarana Strategis Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp32,57 triliun, pemanfaatan anggaran terutama untuk pembangunan Sekolah Rakyat sebesar Rp26,302 triliun,” ujar Kuswara.
Selain Sekolah Rakyat, anggaran Ditjen Prasarana Strategis juga dialokasikan untuk sejumlah program lainnya, yakni:
-
Sekolah Keagamaan sebesar Rp2,5 triliun.
-
Kegiatan MYC sebesar Rp1,951 triliun.
-
Penanganan Bencana Sumatra sebesar Rp1,156 triliun.
-
Program Dukungan Manajemen sebesar Rp0,456 triliun.
-
Turbinwas sebesar Rp0,205 triliun.
Pembangunan 100 Sekolah Rakyat Tahap III
Alokasi Rp26,301 triliun untuk Sekolah Rakyat pada awalnya dirancang untuk melanjutkan pembangunan program yang sudah berjalan.
Kuswara mengatakan anggaran tersebut ditujukan untuk pembangunan Sekolah Rakyat tahap III dengan skema multiyears atau MYC 2026-2027. Selain itu, terdapat pula rencana pemberian uang muka untuk pembangunan Sekolah Rakyat tahap IV melalui skema MYC 2027-2028.
“Yang pertama, Program Sekolah Rakyat sesuai amanat Inpres Nomor 8 Tahun 2025 dengan alokasi anggaran sebesar Rp26,301 triliun yang ditargetkan untuk dapat membangun 100 unit Sekolah Rakyat tahap III MYC 2026-2027 dan uang muka Sekolah Rakyat tahap IV MYC 2027-2028 sebanyak juga 100 unit yang output-nya nanti akan dihitung tahun 2028,” kata Kuswara.
Dengan skema tersebut, pembangunan Sekolah Rakyat dirancang berlangsung secara bertahap dan tidak seluruh kebutuhan program dibebankan pada satu tahun anggaran.
Kapasitas Siswa Diusulkan Naik
Persoalan anggaran muncul setelah Kementerian Pekerjaan Umum menerima usulan perubahan kapasitas Sekolah Rakyat.
Kapasitas awal Sekolah Rakyat dirancang sebanyak 1.080 siswa untuk setiap lokasi satuan pendidikan. Namun, Kementerian Sosial mengusulkan peningkatan kapasitas menjadi 2.520 siswa per lokasi.
Load more