- Antara
Misteri Kematian Brigadir EWS di Kamar Kos, Polda Jambi Turun Tangan Selidiki Kasus: Ada Apa?
Jakarta, tvOnenews.com - Kasus tewasnya seorang anggota kepolisian berpangkat Brigadir di Kabupaten Tanjung Jabung (Tanjab) Timur kini ditangani secara serius oleh jajaran Polda Jambi.
Personel berinisial Brigadir EWS tersebut sebelumnya ditemukan tak bernyawa di sebuah kamar kos pada Sabtu (18/7) lalu.
Penanganan kasus ini resmi ditarik ke tingkat Polda guna memastikan penyelidikan berjalan mendalam.
Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji, mengungkapkan bahwa perkara ini telah menjadi perhatian khusus pucuk pimpinan kepolisian di Jambi.
"Kasus kematian Brigadir EWS, personel Polres Tanjab Timur menjadi atensi Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar, maka penyelidikan ditangani langsung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) bersama Polres setempat," terang Erlan saat memberikan keterangan di Jambi, Selasa (21/7).
Sebagai langkah awal, Kapolda Jambi telah menginstruksikan percepatan penyelidikan. Hingga saat ini, penyidik telah memintai keterangan dari lima orang saksi yang seluruhnya merupakan anggota kepolisian.
Pemeriksaan ini dilakukan untuk menggali lebih dalam peristiwa yang melatarbelakangi kematian korban.
Erlan menambahkan bahwa kolaborasi antara Ditreskrimum Polda Jambi dan Polres Tanjab Timur terus diintensifkan di lapangan.
"Tim gabungan Ditreskrimum Polda Jambi dan Polres Tanjab Timur masih melakukan penyelidikan guna mengungkap fakta serta kronologi kejadian yang sebenarnya," tuturnya.
Meski demikian, pihak kepolisian masih enggan terburu-buru membeberkan detail temuan di lapangan maupun kronologi pasti peristiwa tersebut kepada publik.
Segala informasi detail baru akan dibuka setelah seluruh rangkaian penyelidikan rampung.
"Kronologi kejadian nanti akan kami sampaikan setelah proses penyelidikan yang dilakukan tim gabungan," tegas Erlan.
Saat ini, jenazah Brigadir EWS telah menjalani proses autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Jambi.
Tim penyidik tengah menunggu hasil resmi dari prosedur medis tersebut untuk menentukan penyebab pasti di balik meninggalnya sang brigadir. (ant/dpi)