news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto..
Sumber :
  • tvOnenews/Syifa Aulia.

Penahanan Eks Jampidsus Tak Pakai Rompi Tersangka, Hasto Singgung Perlakuan Berbeda yang Dialami Dirinya

Hasto Kristiyanto menanggapi soal penahanan eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah yang tidak memakai rompi tersangka.
Minggu, 26 Juli 2026 - 18:01 WIB
Reporter:
Editor :

 

Jakarta, tvOnenews.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto menanggapi soal penahanan eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah yang tidak memakai rompi tersangka.

Dia mengatakan seluruh masyarakat memiliki kedudukan yang sama di mata hukum. Karena itu, dia menilai ada perlakuan berbeda kepada Febrie.

“Tadi kami katakan di dalam sambutan bagaimana warga negara yang oleh konstitusi memiliki kedudukan yang sama di mata hukum, ternyata tidak sama di hadapan penegak hukum,” kata Hasto usai acara teatrikal peristiwa Kudatuli di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026).

Hasto pun menyinggung pengalamannya ketika ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia menyebut saat itu dirinya tetap patuh terhadap hukum dengan tetap memakai rompi oranye dan diborgol.

“Saya pun pernah mengalami ketika mengenakan rompi oranye, diborgol, saya taat meskipun saya tahu itu bagian dari suatu kriminalisasi akibat sikap keras di dalam menyikapi Pemilu tahun 2024 yang lalu. Itu saya terima,” kata dia.

Karena itu, Hasto menekankan aparat penegak hukum tidak boleh memperlakukan sikap berbeda meskipun tersangka merupakan pejabat.

“Tidak boleh ada perlakuan yang berbeda hanya karena seorang pejabat di bidang hukum lalu mendapatkan suatu keistimewaan. Ini yang akan mempercepat ketidakpuasan itu,” jelas Hasto.

Lebih lanjut, dia juga menyinggung peristiwa 27 Juli 1996 atau dikenal Kudatuli. Hasto mengatakan masyarakat mendukung lantaran saat itu hukum hanya berpihak pada kelompok elit.

“Jangan sampai pengalaman pahit itu terjadi kembali. Dan kondisi yang ekstrem tersebut menunjukkan bahwa hukum betul-betul tidak berkeadilan,” tandasnya. (saa/cmi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:05
02:59
01:29
04:17
05:51
07:09

Viral