- istimewa - antaranews
Buntut Maling Ayam Tewas Dikeroyok, Senator Bali: Tak Ada Satu pun Alasan Membenarkan Tindakan Itu
"Anaknya ada tiga. Yang paling besar sudah menikah, yang nomor dua baru kelas 1 SMA, dan yang paling kecil masih kelas 1 SD. Kemarin saya yang menjemput jenazahnya. Saat tiba di rumah, melihat anaknya menangis tersedu-sedu, saya benar-benar sedih," ungkap Sutama.
Momen pilu putri bungsu KD yang menangisi jenazah ayahnya itu sempat viral di media sosial.
Dalam rekaman yang beredar, bocah perempuan tersebut berada di antara kerumunan warga sambil terus memanggil ayahnya yang telah membujur kaku.
Sutama menyebut pihak keluarga telah menerima peristiwa ini sebagai musibah dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat kepolisian.
Meski begitu, Sutama tetap menyayangkan aksi main hakim sendiri yang menewaskan salah satu warganya.
Menurutnya, dugaan tindak pidana apa pun seharusnya diselesaikan melalui jalur hukum yang berlaku.
"Kalau memang bersalah, laporkan ke pihak berwajib. Jangan melakukan main hakim sendiri sampai menghilangkan nyawa orang hanya gara-gara mencuri ayam," bebernya. (aag)