- tvOne
Kronologi Bentrokan Maut di Menteng, Bermula dari Aksi Geber Motor hingga Berujung Amuk Massa dan Hilangnya Nyawa
Polisi juga masih menyelidiki apakah ada pengaruh minuman keras atau dalam peristiwa tersebut, khususnya pada para pengendara yang menggeber motor.
“Kalau saat dilakukan pada saat pengecekan di lokasi, tentu yang ada kebisingan. Namun nanti kami akan berkoordinasi dengan pihak RSCM di mana apakah memang ada kaitan dengan minuman keras sehingga berdampak si orang ini melakukan geber-geber motornya,” ujar Reynold.
Sebanyak 4 motor dan gubuk yang menjadi markas salah satu kelompok itu tak luput dari amukan warga yang berujung hangus dibakar.
Hingga berita ini tayang, garis polisi masih terpasang lokasi kejadian yang ada di Jalan Tambak. Aparat gabungan Brimob dan TNI juga terus melakukan penjagaan dan patroli di sejumlah titik untuk memastikan situasi tetap kondusif.
Sementara itu, gerobak nasi uduk di Jalan Matraman Dalam yang diduga menjadi lokasi awal perselisihan juga telah dipasangi garis polisi sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Polisi telah mengamankan 3 orang yang diduga terlibat dalam aksi penganiayaan yang menyebabkan 1 orang meninggal dunia. Selain itu, sebanyak 15 orang telah diperiksa secara intensif untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa yang berujung pada bentrokan tersebut.
Polsek Metro Menteng Didatangi Massa
Setelah kejadian mereda, Polsek Metro Menteng sempat didatangi sekelompok massa pada Minggu malam. Namun, Polisi memastikan bahwa situasi tetap terkendali dan tidak terjadi penyerangan.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat Ajun Komisaris Besar Polisi Robby Heri Saputra mengatakan massa yang datang merupakan keluarga dan rekan-rekan korban yang ingin mendapatkan informasi terkait penanganan perkara.
Menurut dia, massa yang mendatangi Polsek Metro Menteng merupakan kelompok dari K, pemuda yang meninggal dunia setelah sempat dievakuasi bersama korban lainnya berinisial DS ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).
"Pihak keluarganya kelompok pemuda itu datang, tapi nggak digeruduk,” ujar Robby Heri Saputra, Minggu malam. (rpi)