- istimewa - istock photo
Rentetan Dokter Magang Meninggal Dunia, Anggota DPR Minta Pemerintah Ungkap Penyebabnya
Jakarta, tvOnenews.com-Penyebab kematian dokter magang SZM yang diduga terjatuh dari lantai 18 apartemen di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, mesti diungkap tuntas. Anggota Komisi X DPR RI Habib Syarief Muhammad mengatakan penyelidikan harus dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti kematian dokter magang tersebut. "Harus dipastikan apakah korban meninggal karena kecelakaan akibat terpeleset dan jatuh atau memang sengaja mengakhiri hidupnya? Jika benar bunuh diri, apa faktor yang melatarbelakanginya juga harus diungkap secara terang-benderang," ucapnya.
Ia mengatakan pengungkapan fakta secara utuh penting dilakukan demi memberikan keadilan bagi keluarga serta agar tidak muncul spekulasi di masyarakat.
Di sisi lain, ia menyoroti data Asosiasi Program Internship Dokter Indonesia dan Program Internship Dokter Gigi Indonesia (PIDI-PIDGI) yang mencatat sedikitnya enam dokter magang meninggal dunia pada FebruariāJuli 2026.
Menurut ia, rentetan peristiwa itu memprihatinkan dan harus menjadi perhatian serius seluruh pihak terkait.
Ia mengatakan angka kematian dokter magang tidak bisa dianggap sebagai peristiwa yang berdiri sendiri.
"Ini harus menjadi perhatian serius semua pihak karena besar kemungkinan ada persoalan yang lebih mendasar dalam sistem pendidikan dan pelaksanaan program internship dokter," ucapnya.
Oleh karena itu, Habib Syarief mendorong pemerintah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program pendidikan kedokteran, khususnya program pemagangan.
Ia menambahkan pemerintah harus mengkaji beban kerja, sistem pembinaan, kesehatan mental peserta, lingkungan kerja, hingga mekanisme kerja. Hal ini untuk memastikan tidak ada persoalan sistemis yang luput dari perhatian.
Negara memiliki tanggung jawab memastikan setiap peserta pendidikan profesi dokter mendapatkan lingkungan belajar yang aman, sehat, manusiawi, dan bebas dari tekanan yang membahayakan keselamatan dan kesehatan.
"Internship bertujuan mencetak dokter profesional dan kompeten, bukan justru menempatkan peserta pada kondisi mengancam keselamatan jiwa. Hasil evaluasi harus melahirkan perbaikan nyata agar kejadian serupa tidak kembali terulang," katanya.
Sebelumnya, dokter SZM ditemukan tewas diduga terjatuh dari lantai 18 apartemen di Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (26/7).
Kepala Kepolisian Sektor Pancoran Komisaris Polisi Mansur mengatakan pihaknya tengah mendalami penyebab kematian dokter magang tersebut. Polisi tengah turun tangan melakukan penyelidikan untuk mengetahui motif korban.
"Sampai sekarang belum ada informasi apakah karena tekanan pekerjaan atau hal lain. Kami belum bisa meminta keterangan keluarga karena masih berduka," katanya di Jakarta, Senin (27/7).
Berdasarkan penyelidikan sementara, korban tinggal berdua bersama ibunya di unit apartemen tersebut. Sebelum kejadian, sang ibu mengajak korban bepergian ke mal, tetapi ajakan itu ditolak dan korban memilih tetap berada di apartemen.
Setelah ibunya pergi, korban mengunci pintu apartemen dari dalam. Tidak lama kemudian, korban terjatuh dari jendela apartemen yang berada di lantai 18.(ant)