- Idris Tajannang
Pihak Penyandera dan Lokasi yang Berpindah Persulit Pembebasan Ampat WNI di Somalia
"Saya memperlihatkan video, diputarkan ke semua. Waktu dia (korban) salat, waktu tapis minuman yang sudah keruh dari botol minuman mineral, serta pernyataan Ashari semua direkam video. Saya perlihatkan kepada Kemenlu, TNI supaya bisa membentuk task force. Itu dilaporkan supaya bisa berkoordinasi," katanya.
Sementara itu, ayah Kapten MT Honour 25 Syamsuddin Ashari memohon pemerintah segera menyelamatkan putranya, Ashari Samadikun, beserta rekan-rekannya yang telah disandera selama sekitar tiga bulan.
Ia mengatakan keluarga tidak lagi menerima kabar selama hampir satu bulan sehingga tidak mengetahui kondisi para korban maupun perkembangan penanganan kasus tersebut.
"Kami benar-benar tidak menerima kabar apa pun sehingga tidak mengetahui bagaimana kondisi mereka maupun perkembangan penanganan kasus ini. Informasi terakhir menyebutkan para awak sudah tidak berada di kapal, tetapi belum dapat dipastikan kebenarannya," katanya.
Empat WNI yang disandera perompak Somalia tersebut ialah Kapten Ashari Samadikun asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Adi Faizal asal Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Wahudinanto asal Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, dan Fiki Mutakin asal Kabupaten Bogor, Jawa Barat.(ant)