news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Penampakan Istri Bupati Pemalang Tiba di KPK, Ikut Terjaring OTT Dugaan Suap Proyek dan Jual-Beli Jabatan.
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

Penampakan Istri Bupati Pemalang Tiba di KPK, Ikut Terjaring OTT Dugaan Suap Proyek dan Jual-Beli Jabatan

Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Pemalang mengungkap fakta baru.
Rabu, 29 Juli 2026 - 19:58 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Pemalang mengungkap fakta baru. 

Selain mengamankan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, penyidik juga membawa istrinya, Noor Faizah Maenofie, ke Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan dalam kasus dugaan suap proyek dan jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang.

Berdasarkan pantauan di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (29/7/2026), tiga unit bus yang mengangkut para pihak yang terjaring OTT tiba sekitar pukul 19.08 WIB dengan pengawalan kendaraan patroli kepolisian.

Noor Faizah Maenofie menjadi orang pertama yang turun dari bus. Ia tampak mengenakan blaster hitam putih dengan balutan rompi putih sambil menenteng tas berwarna cokelat. Didampingi seorang perempuan, ia langsung memasuki kompleks KPK.

Meski menjadi sorotan awak media, Noor Faizah memilih tidak memberikan pernyataan terkait dugaan korupsi yang menyeret dirinya bersama sang suami.

Sementara itu, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkapkan bahwa operasi senyap tersebut menjaring total 21 orang di tiga wilayah, yakni Jakarta, Pemalang, dan Purworejo.

Menurut Budi, penyelidikan KPK mengarah pada dugaan penerimaan suap yang berkaitan dengan sejumlah proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Pemalang, serta dugaan praktik jual beli jabatan di lingkungan pemerintah daerah.

Selain mengamankan puluhan pihak, tim penindakan juga menyita barang bukti berupa uang tunai dalam jumlah besar.

“Selain mengamankan 21 orang, tim juga mengamankan barang bukti di antaranya uang tunai sejumlah lebih dari Rp2 miliar,” kata Budi kepada wartawan, Rabu (29/7/2026).

KPK menduga operasi tangkap tangan tersebut berawal dari informasi mengenai adanya penerimaan uang oleh Bupati Pemalang yang berkaitan dengan sejumlah proyek pemerintah daerah. Temuan itu kemudian dikembangkan hingga dilakukan penindakan di tiga lokasi berbeda.

Budi menjelaskan, Anom Widiyantoro diamankan di Jakarta bersama empat orang lainnya dan kini menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK. Sementara itu, 15 orang diamankan di Pemalang dan satu orang lainnya di Purworejo. Sebagian dari mereka juga dijadwalkan menjalani pemeriksaan lanjutan di Jakarta.

Hingga kini, seluruh pihak yang diamankan masih berstatus sebagai terperiksa. KPK memiliki waktu maksimal 1x24 jam sejak operasi tangkap tangan dilakukan untuk menentukan status hukum mereka, termasuk kemungkinan menetapkan tersangka setelah proses pemeriksaan dan gelar perkara selesai.(agr/raa)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:17
05:14
01:59
01:57
01:21
16:31

Viral