- ANTARA
Kisah Nama Muhammad Wildan Al Ghozali Tercantum dalam Hall of Fame Departemen Pendidikan AS
Temuan tersebut kemudian dilaporkannya melalui prosedur resmi. Setelah dilakukan proses verifikasi oleh pihak terkait, laporan itu dinyatakan valid sehingga namanya dicantumkan dalam halaman Hall of Fame sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi meningkatkan keamanan sistem.
“Saya juga meminta sertifikat resmi dan saat ini masih berproses. Sertifikat itu untuk portofolio ketika nanti saya melanjutkan pendidikan maupun berkarier di bidang keamanan siber," tuturnya.
Prestasi tersebut bukanlah keberhasilan pertamanya. Sebelumnya Wildan telah beberapa kali menemukan celah keamanan pada sejumlah situs di Indonesia, di antaranya milik Pemerintah Kabupaten Blitar, Detik.com, Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah, laman PPID Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, PPID Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, hingga situs Pemerintah Kabupaten Nganjuk.
Kerentanan yang ditemukannya beragam, mulai dari kebocoran data pribadi, keterbukaan jalur direktori internal server, full path disclosure, hingga konfigurasi sistem yang dapat diakses publik. Seluruh temuan itu disampaikan melalui mekanisme pelaporan yang benar sehingga dapat segera ditindaklanjuti oleh pengelola sistem.
Di tingkat lokal, Wildan juga pernah diminta membantu memeriksa keamanan laman Kementerian Agama Kotim. Dari pemeriksaan tersebut ia kembali menemukan beberapa kerentanan yang kemudian dilaporkan agar dapat segera diperbaiki.
Baginya, seorang bug hunter bukanlah peretas yang merusak sistem, melainkan pihak yang membantu meningkatkan keamanan digital dengan menemukan kelemahan sebelum dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber.
Oleh karena itu, ia selalu menekankan pentingnya menjalankan seluruh proses secara etis dan sesuai aturan. Dukungan keluarga menjadi salah satu faktor yang memperkuat semangatnya. Sebagai anak keempat dari delapan bersaudara, Wildan mengaku orang tuanya yang bekerja di sektor swasta selalu memberikan motivasi, termasuk memfasilitasi kebutuhan belajar dengan membelikan laptop.
“Orang tua, guru dan teman-teman sangat mendukung. Bahkan setelah mengetahui saya berhasil menemukan celah di situs web luar negeri, orang tua memberi apresiasi berupa tambahan uang saku. Itu menjadi penyemangat untuk terus belajar,” ungkapnya.
Ke depan, Wildan bercita-cita menjadi Cybersecurity Analyst dan menargetkan melanjutkan pendidikan di Telkom University atau Binus University. Ia bahkan memiliki impian yang lebih besar, yakni suatu hari dapat menemukan kerentanan pada sistem milik NASA melalui program bug bounty resmi.