- Istimewa
Dari Kegagalan Menuju Sapta Abdi Praja, Charina Anggie Simbolon Wujudkan Mimpi Sang Ayah
Jatinangor, tvOnenews.com - Tidak semua prestasi lahir dari jalan yang mulus. Bagi Charina Anggie Simbolon, menjadi salah satu lulusan terbaik atau Sapta Abdi Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII merupakan puncak perjalanan panjang yang dipenuhi penolakan, doa, dan keteguhan hati.
Perempuan asal Kota Batam, Kepulauan Riau, itu berjuang mewujudkan cita-cita ayahnya menjadi seorang perwira.
Anggie lahir dan besar di lingkungan rumah dinas Kodim di Batam. Ayahnya merupakan prajurit TNI Angkatan Darat berpangkat Pembantu Letnan Satu (Peltu), sedangkan ibunya adalah ibu rumah tangga.
Kesederhanaan keluarga membentuknya menjadi pribadi yang selalu bersyukur dan pantang menyerah.
"Saya hidup dan tumbuh dengan kesederhanaan. Orang tua saya mendidik saya untuk selalu bersyukur apa pun yang kita miliki," tuturnya saat ditemui di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat (31/7/2026).
Di balik kesederhanaan itu, sang ayah menyimpan mimpi yang belum sempat terwujud. Keinginan menjadi seorang perwira akhirnya dititipkan kepada keempat anaknya.
"Nak, karena papa tidak bisa, silakan kalian berempat berjuanglah menjadi seorang perwira, apa pun yang kalian mau, sekolah di kedinasan mana pun," ujar Anggie kenang pesan ayahnya.
Perjalanan menuju IPDN tidak berlangsung mudah. Selepas lulus SMA, anak kedua tersebut beberapa kali mengikuti berbagai seleksi, mulai dari Akademi Kepolisian, Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kejaksaan, hingga seleksi IPDN tahun 2021, tetapi belum berhasil.
Di tengah kondisi keluarga yang masih harus membiayai adik-adiknya, ia sempat ingin bekerja. Namun, keinginan itu tidak diizinkan sang ayah.
Masa penantian itu membawanya menjadi relawan selama sembilan bulan di sebuah shelter yang mendampingi korban perdagangan manusia maupun kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Pengalaman tersebut membuatnya semakin memahami arti perjuangan dan rasa syukur.
"Saya belajar bahwa hidup itu memang penuh perjuangan. Walaupun saya merasa saya gagal, tapi Tuhan tuh masih memberikan saya keluarga yang hangat untuk selalu men-support," ujarnya.
Berbekal pengalaman dan tekad yang kuat, Anggie kembali mengikuti seleksi IPDN pada 2022. Saat hasil Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) muncul di layar komputer dengan nilai memuaskan, air matanya langsung mengalir.