- tvOnenews/Abdul Gani Siregar
BRIN Paparkan Potensi Uranium 89 Ribu Ton ke Prabowo, Teknologi Nuklir Disiapkan Dukung PLTN
Jakarta, tvOnenews.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memaparkan kesiapan teknologi nuklir nasional di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam pameran inovasi riset di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (6/8/2026).
Salah satu yang menjadi sorotan adalah potensi cadangan uranium Indonesia yang mencapai sekitar 89 ribu ton, yang dinilai dapat menjadi modal penting bagi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di masa depan.
Paparan tersebut disampaikan Kepala Organisasi Riset Tenaga Nuklir BRIN Syaiful Bakhri saat Presiden Prabowo mengunjungi stan teknologi nuklir. Dalam kesempatan itu, Presiden didampingi Kepala BRIN Arif Satria serta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih.
Syaiful menjelaskan bahwa riset nuklir BRIN tidak hanya diarahkan untuk sektor energi, tetapi juga mencakup pemanfaatan di bidang pangan dan kesehatan.
“Ini teknologi menjadi teknologi energi, persiapan PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir), kemudian non-energi terkait pangan dan kesehatan,” kata Syaiful.
Ia menambahkan, BRIN telah menyiapkan berbagai kemampuan pendukung untuk pengembangan PLTN, termasuk riset mengenai sumber bahan baku nuklir yang tersedia di dalam negeri.
“Untuk PLTN kita sudah siapkan untuk bahan nuklir di Indonesia, kita punya potensi uranium sekitar 89 ribu ton di Indonesia, torium 143 ribu ton di Indonesia sejauh ini. Dan ini adalah kemampuan dari kami memurnikan uranium sampai dengan 60 persen kemudian mineral ikutan dari radio aktif," ujarnya.
Setelah penjelasan tersebut, Syaiful melanjutkan pemaparan tanpa menggunakan mikrofon sehingga bagian akhir keterangannya tidak terdengar.
Selain teknologi nuklir, BRIN juga memperlihatkan sejumlah inovasi di sektor energi bersih. Salah satunya adalah teknologi alternatif penyimpanan gas alam untuk Compressed Natural Gas (CNG) yang mampu menampung gas pada tekanan hingga 30 bar, sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi pemanfaatan energi.
Tak hanya itu, BRIN turut memamerkan hasil riset biofuel dan bioetanol yang dikembangkan untuk mendukung implementasi program biodiesel B50. Teknologi tersebut memanfaatkan berbagai komoditas domestik seperti kelapa sawit, sorgum, dan aren sebagai sumber energi terbarukan.
Pameran inovasi tersebut menjadi bagian dari agenda Presiden Prabowo bersama 150 peneliti BRIN di Istana Kepresidenan. (agr/cmi)